Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Tiga Alasan Mengapa Keju Baik untuk Tubuh

Rabu 16 Jan 2019 17:56 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah

Penelitian menyebut konsumsi keju setiap hari dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Penelitian menyebut konsumsi keju setiap hari dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Foto: Flickr
Keju mengandung vitamin dan mineral penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keju seringkali dianggap tidak termasuk kategori makanan sehat. Anggapan ini bertentangan dengan apa yang diyakini banyak orang mengenai bahan asalnya, susu. Susu dianggap mengandung beberapa nutrisi penting bagi tubuh manusia.

Sebenarnya terlalu banyak mengonsumsi keju memang kurang direkomendasikan, terutama jika Anda hendak mengurangi lemak jenuh. Tetapi, keju mengandung vitamin dan mineral penting. Untuk alasan itu, para ahli kesehatan merekomendasikan memasukkan sedikit keju dalam makanan Anda.

“Keju sering disebut tinggi kalori, lemak, jenuh dan garam, tetapi juga dikemas dengan berbagai nutrisi lain,” kata ahli gizi Juliette Kellow.

Sudah rahasia umum untuk menyebut makanan sebagai 'baik' atau 'buruk' ketika orang berbicara tentang diet dan nutrisi. Ini telah menyebabkan beberapa makanan mendapatkan reputasi buruk. "Bahkan yang 100 persen alami seperti keju,” tambah Rob Hobson, ahli gizi dan kepala Nutrisi di Healthspan.

Jika dimakan dalam jumlah sedang, keju ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Berikut tiga alasan untuk memasukkan keju ke dalam makanan Anda, dilansir laman Express.

Bagus untuk gigi

Keju memiliki kadar kalsium yang tinggi dan sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Menurut Bill Schaeffer, ahli bedah gigi dan salah satu pendiri The Implant Centre, kalsium membantu membentuk gigi dan juga berkontribusi pada tulang rahang yang kuat.

Selain itu, keju membantu menurunkan tingkat pH di mulut dan membantu melawan plak. Penelitian menunjukkan makan keju setelah makan camilan bergula dapat membantu pH air liur lebih cepat kembali normal, dan dengan demikian dapat mengurangi risiko pembusukan.

Keju memang tinggi lemak jenuh, tetapi juga mengandung nutrisi penting. "Kami jauh lebih suka pasien kami makan keju daripada minuman jus 'sehat' yang mengandung banyak gula," kata Schaeffer.

Menurut ahli gizi di Lifesum, Kajsa Ernestam, statistik terbaru dari Survei Diet dan Nutrisi Nasional pemerintah Inggris menunjukkan lima persen pria dan delapan persen wanita kekurangan kalsium.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA