Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Jatuh Cinta Sebabkan Perubahan Genetik pada Perempuan

Selasa 15 Jan 2019 07:45 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Jatuh cinta.

Jatuh cinta.

Foto: Torange
Jatuh cinta merupakan salah satu pengalaman psikologis paling kuat manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika jatuh cinta, perempuan mungkin akan menyadari ada beberapa hal yang berubah di dalam diri. Misalnya jantung menjadi lebih sering berdebar-debar, timbul perasaan bahagia dan berbunga-bunga hingga merasakan kegalauan.

Namun ada satu hal yang mungkin luput dari perhatian perempuan ketika mengalami jatuh cinta. Hal tersebut adalah perubahan genetik.

Keterkaitan antara jatuh cinta dan fungsi genom pada manusia ini telah diteliti oleh tim peneliti dari University of California. Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan 47 partisipan perempuan muda yang baru saja memulai hubungan asmara. Tim peneliti juga mengambil sampel darah dari para partisipan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jatuh cinta tak hanya mempengaruhi perempuan secara psikologis, tetapi juga secara fisik. Menurut penelitian, jatuh cinta menyebabkan terjadinya perubahan pada aktivitas genetik dalam tubuh perempuan.

"Jatuh cinta merupakan salah satu pengalaman psikologis paling kuat dalam kehidupan manusia," ungkap tim peneliti seperti dilansir Independent.

Berdasarkan penelitian ini, jatuh cinta dapat menyebabkan gen di dalam tubuh perempuan untuk memproduksi interferon. Interferon merupakan sebuah protein yang biasanya dikerahkan oleh tubuh untuk melawan virus-virus.

"Jatuh cinta berkaitan dengan pengaturan interferon. Ini selaras dengan respons imun bawaan terhadap infeksi virus," jelas tim peneliti.

Tim peneliti juga memantau perubahan kadar interferon selama perempuan menjalin hubungan dengan kekasih. Hasilnya, ekspresi gen yang berkaitan dengan interferon mengalami penurunan ketika perempuan sudah kehilangan perasaan cinta terhadap pasangan.

Hingga saat ini, peningkatan produksi interferon pada perempuan ketika jatuh cinta masih belum diketahui dengan jelas penyebabnya. Namun tim peneliti menilai rasa jatuh cinta membuat tubuh perempuan bersiap-siap terhadap kehamilan. Karena itu, tim peneliti menduga dampak jatuh cinta pada kondisi genetik laki-laki akan berbeda dibandingkan perempuan.

"Langkah penting selanjutnya adalah menginvestigasi apakah pola serupa dari perubahan transkripsional ini juga berlaku pada laki-laki yang baru jatuh cinta," terang tim peneliti.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA