Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Mencium Aroma Makanan Menambah Berat Badan, Kok Bisa?

Ahad 13 Jan 2019 05:57 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Makanan di restoran yang mendapat predikat bintang Michelin (ilustrasi)

Makanan di restoran yang mendapat predikat bintang Michelin (ilustrasi)

Foto: independent.co.uk
Otak dapat dipengaruhi untuk menyimpan atau membakar lemak oleh indra penciuman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi yang diterbitkan peneliti di UC Berkeley menyatakan hanya dengan mencium aroma makanan bisa membuat Anda bertambah berat badan. Mungkin Anda perlu menghindari toko pizza atau cupcake jika takut akan risiko ini.

Dikutip di Harpers Bazaar, otak Anda dapat dipengaruhi untuk menyimpan atau membakar lemak seluruhnya oleh indra penciuman Anda. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Cell Metabolism, inilah yang dilakukan para peneliti untuk sampai pada kesimpulan itu. Sebanyak tiga kelompok tikus diberi makan Burger King berlemak tinggi.

Tikus normal hampir makan dua kali lipat, sedangkan tikus tanpa indra penciuman hanya bertambah 10 persen berat badannya. Ada kelompok ketiga tikus yang indra penciumannya dinonaktifkan sementara. Ketika dimatikan, tikus-tikus berlemak itu menyusut bahkan ketika makan dengan pola makan yang sama persis dan hampir semua berat yang mereka hilangkan hanya dari lemak saja.

"Data yang disajikan di sini menunjukkan kehilangan penciuman jangka pendek pun meningkatkan kesehatan metabolisme dan penurunan berat badan, meskipun ada konsekuensi negatif karena melakukan diet tinggi lemak," tulis para peneliti.

Ini membuktikan secara ilmiah, makan tanpa mencium atau merasakan adalah tugas utilitarian yang tanpa sukacita. Tetapi jelas ada faktor-faktor lain yang berperan dalam hal aroma makanan, selera makan, dan kesehatan metabolisme Anda yang dapat memengaruhi cara tubuh Anda membakar kalori.

Salah satu peneliti, Celine Riera, mengatakan kepada SFGate, penelitian ini dapat diterapkan pada manusia. Indera penciuman akan berkurang setelah makan, jadi jika bisa menipu otak untuk berpikir sudah makan, tubuh bisa membakar lemak dan kalori alih-alih menyimpannya.

Artikel SFGate menyimpulkan orang yang berjuang dengan obesitas dapat menghilangkan indra penciumannya atau sementara waktu dikurangi. Hal ini untuk membantu mereka mengendalikan hasrat dan membakar kalori dan lemak lebih cepat.

Namun, ada beberapa risiko yang terkait dengan mematikan indra penciuman Anda. Tikus-tikus dalam penelitian ini menunjukkan peningkatan hormon noradrenalin ketika indra penciuman mereka dimatikan.

Jika noradrenalin Anda terlalu tinggi, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung. “Orang-orang yang tidak memiliki indera penciuman dapat mengalami depresi, karena indera penciuman sangat penting untuk perilaku, mereka kehilangan kesenangan makan,” kata Riera.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA