Sabtu, 16 Rajab 1440 / 23 Maret 2019

Sabtu, 16 Rajab 1440 / 23 Maret 2019

Lingkungan Asri Bantu Tekan Risiko Serangan Jantung

Senin 31 Des 2018 13:24 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Esthi Maharani

Serangan jantung

Serangan jantung

Foto: thetransferfactorindonesia.com
Tingkat stresnya lebih rendah dan pembuluh darah lebih sehat

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Orang yang tinggal di lingkungan rumah dengan banyak tanaman hijau bisa punya tingkat stres yang lebih rendah dan pembuluh darah yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan minim penghijauan. Lingkungan yang asri juga disebut mampu menurunkan risiko serangan jantung.

Di level populasi, permukiman dengan banyak ruang hijau dihubungkan dengan rendahnya angka kematian akibat penyakit jantung, pernapasan, dan stroke. Hal itu terungkap dalam Journal of the American Heart Association yang dipublikasikan awal Desember. Namun sampai saat ini belum ada studi yang mengungkap apakah lingkungan yang hijau juga punya efek yang sama terhadap individu sebagaimana pada level populasi.

Dalam studi terbaru, para peneliti mengetes berbagai parameter biologi dari stres dan risiko penyakit jantung. Data tersebut diperoleh dari 408 pasien di klinik kardiologi Louisville, Kentucky. Peneliti juga memanfaatkan data satelit dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan United States Geological Survey (USGS). Data-data satelit itu digunakan untuk mengestimasi luas ruang hijau di mana pasien tinggal.

Dibandingkan dengan orang yang tinggal di lingkungan yang minim penghijauan, orang yang tinggal di lingkungan asri punya level hormon epinephrine lebih rendah di air kencingnya. Mereka juga punya tingkat stres lebih rendah yang ditunjukkan dengan rendahnya level penanda stres F2-isoprostane.

Orang yang tinggal di lingkungan hijau juga punya kapasitas lebih tinggi untuk menjaga kesehatan saluran darah daripada yang tinggal di lingkungan yang kurang hijau.

"Baik besarnya efek dan luasnya pengaruh penghijauan terhadap kesehatan sama-sama mengejutkan," kata penulis senior dalam studi, Aruni Bhatnagar, dari University of Louisville kepada Reuters. "Jika hasil studi ini mendukung, artinya frekuensi interaksi dengan alam bisa menjadi cara menurunkan risiko penyakit jantung," terangnya.

Partisipan dalam studi ini rata-rata berusia 51 tahun. Mayoritas mengalami kelebihan berat badan dan banyak yang punya tekanan darah tinggi atau kolesterol. Mayoritas dari mereka tinggal di lingkungan yang minim ruang hijau.

Skala penelitian ini masih terbilamg kecil. Studi ini juga bukan percobaan terkontrol yang dirancang untuk membuktikan bagaimana ruang hijau secara langsung mengurangi stres atau meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Akan tetapi, hubungan antara ruang hijau dan rendahnya risiko penyakit jantung tetap bertahan bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain yang secara independen dapat memengaruhi penyakit jantung. Di antaranya usia, jenis kelamin, etnis, status merokok, penggunaan statin pasien untuk mengontrol kolesterol, kemiskinan lingkungan, dan kedekatan dengan polusi dari asap lalu lintas.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA