Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Shift Malam Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2 pada Perempuan

Senin 26 Nov 2018 05:35 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ani Nursalikah

Penyakit Diabetes

Penyakit Diabetes

Foto: Blue Diamond Gallery
Peningkatan risiko DM tipe 2 sangat berkaitan dengan pola hidup tak seimbang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu masalah kesehatan yang cenderung mengalami peningkatan di berbagai belahan dunia. Peningkatan risiko DM tipe 2 sangat berkaitan dengan pola hidup yang kurang baik dan tak seimbang.

Penelitian terbaru mengungkapkan ada dua kelompok perempuan yang memiliki risiko tertinggi terhadap DM tipe 2. Kedua kelompok perempuan ini adalah perempuan yang bekerja dengan shift malam dan perempuan yang menerapkan pola hidup tak sehat.

Salah satu profesi perempuan yang cenderung berisiko terhadap DM tipe 2 adalah perawat. Seperti dilansir di The Asian, perawat memiliki risiko 31 persen lebih tinggi untuk terdiagnosis dengan DM tipe 2 setiap lima tahun menjalani pekerjaan shift malam.

DM tipe 2 pada dasarnya dapat dicegah bila perempuan menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang. Perempuan yang harus bekerja dengan shift malam juga dapat menurunkan risiko DM tipe 2 bila jam kerja mereka mengalami perputaran sehingga tidak harus bekerja pada shift malam dalam waktu lama.

Beberapa faktor risiko DM tipe 2 lain juga perlu dihindari untuk menjauhkan diri dari DM tipe 2. Faktor-faktor risiko yang perlu dihindari tersebut adalah kebiasaan merokok, obesitas dan pola makan yang buruk.

Olahraga juga berperan penting untuk mencegah DM tipe 2. Alasannya, orang-orang yang kurang berolahraga cenderung lebih berisiko terhadap DM tipe 2. Oleh karena itu, perempuan juga disarankan berolahraga minimal 30 menit per hari untuk menurunkan risiko DM tipe 2.

Seperti dilansir WebMD, ada beberapa gejala DM tipe 2 yang dapat diwaspadai. Beberapa di antaranya adalah mudah haus dan frekuensi buang air kecil meningkat. Penderita DM tipe 2 juga dapat merasakan kesemutan atau kebas pada tangan dan kaki.

Tak jarang, penderita DM tipe 2 juga mengalami infeksi jamur yang berulang. Penderita DM tipe 2 juga dapat mengalami gejala seperti penglihatan buram, merasa lelah serta luka yang sulit sembuh.

"Gejala diabetes tipe 2 bisa sangat ringan sehingga Anda tidak menyadarinya. Faktanya, sekitar delapan juta orang yang menderita penyakit ini tidak mengetahuinya," ungkap Michael Dansinger MD.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA