Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Gejala Diabetes yang Sering Diabaikan (1)

Jumat 16 Nov 2018 05:20 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Indira Rezkisari

Pria melakukan pengetesan kadar gula darah atau diabetes.

Pria melakukan pengetesan kadar gula darah atau diabetes.

Foto: EPA
Kelelahan terus menerus bisa jadi gejala diabetes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak tanda, dan gejala diabetes yang mungkin tidak diperhatikan dengan baik, lalu akhirnya banyak diabaikan. Gejala-gejala ini dapat terjadi selama beberapa waktu atau mungkin muncul tiba-tiba.

Sebenarnya ada tiga jenis diabetes yaitu Tipe 1, Tipe 2 dan diabetes gestasional. Diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah penyakit kronis. Gestational diabetes hanya terjadi selama kehamilan dan biasanya hilang setelah melahirkan.

Diabetes Tipe 1 biasanya didiagnosis pada anak-anak dan orang dewasa, meskipun tidak umum dan sekitar lima persen dari mereka yang menderita diabetes memiliki Tipe 1. Orang dengan diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin, sedangkan mereka dengan diabetes tipe 2 tidak merespon ke insulin dengan baik.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala diabetes yang harus Anda perhatikan, dilansir dari laman Times of India.

Minum air berlebih
Minum air yang cukup adalah kebiasaan yang baik, tetapi jika menyadari bahwa Anda telah menelan lebih banyak air daripada biasanya dan masih merasa kering, mungkin ada sesuatu yang salah.

Sering buang air kecil
Ketika menderita diabetes, Anda akan sering kencing. Ini adalah cara tubuh untuk menyingkirkan kelebihan gula yang ada dalam aliran darah. Periksa apakah kencing menghambat kehidupan sehari-hari Anda atau bahkan jadwal tidur. Mungkin sudah waktunya untuk berbicara dengan dokter Anda.

Mengalami kelelahan terus-menerus
Jika Anda cukup tidur, tetapi masih menghadapi kelelahan terus-menerus, ini bisa menjadi pertanda masalah mendasar. Ketika menderita diabetes, tubuh Anda tidak dapat memecah karbohidrat.

Oleh karena itu, makanan yang Anda makan tidak digunakan secara efektif untuk memberi Anda energi yang cukup untuk melewati hari. Pada gilirannya juga dapat membuat Anda merasa lelah dan murung sepanjang waktu. Anda hanya merasa senang dan tidak ingin melakukan apa pun.

Napas bau
Diabetes dapat menyebabkan keton diendapkan dalam darah dan bahkan urin. Ini dapat menyebabkan napas Anda berbau seperti aseton. Faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap napas busuk adalah mulut kering yang disebabkan karena dehidrasi.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA