Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Riset: Minum Kopi Dapat Kurangi Risiko Alzheimer

Rabu 07 Nov 2018 00:22 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Nashih Nashrullah

Minuman kopi

Minuman kopi

Foto: ROL
Kendati demikian, riset tidak menegaskan kopi sebagai obat penawar alzheimer.

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi sebagian orang meminum kopi sebatas diposisikan sebagai hobi dan menu favorit. Tetapi, riset teranyar berikut ini sedikitnya membuka wawasan tentang secuil manfaat kopi. 

Dilansir dari metro.co.uk, jika Anda secara teratur meminum secangkir kopi, Anda bisa mendapatkan manfaat lebih dari sekadar minuman kafein. Menurut sebuah penelitian baru-baru ini menunjukan, kopi bisa membantu mengurangi penyakit alzheimer dan parkinson.

"Mengonsumsi kopi terlihat memiliki beberapa korelasi dengan penurunan risiko pengembangan penyakit alzheimer dan penyakit parkinson. Tapi kami ingin menyelidiki mengapa dan senyawa mana yang terlibat serta bagaimana mereka dapat mempengaruhi penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia," kata co-director dari Kremblin Brain Institute di Kanada, dr Donald Weaver, yang melakukan penelitian.

Tim peneliti menggunakan tiga jenis biji kopi, yaitu panggang ringan, panggang gelap dan roasting gelap tanpa kafein.

Mereka mengidentifikasi sekelompok senyawa yang dikenal sebagai 'phenylindanes', yang muncul sebagai hasil dari proses roasting untuk biji kopi. 

Phenylindanes mampu mencegah, atau lebih tepatnya, menghambat, penggumpalan dua fragmen protein (beta amyloid dan tau) yang umum di alzheimer dan parkinson.

"Ini pertama kalinya ada yang menyelidiki bagaimana fenilindana berinteraksi dengan protein yang bertanggung jawab untuk alzheimer dan parkinson," kata Dr Ross Mancini, seorang peneliti kimia medis yang juga terlibat dalam penelitian itu. 

Ia menjelaskan, langkah selanjutnya adalah menyelidiki seberapa menguntungkan dan apakah senyawa tersebut memiliki kemampuan untuk memasuki aliran darah, atau melewati penghalang darah-otak.

Namun, ia mengakui bahwa ada lebih banyak penelitian yang diperlukan sebelum manfaat itu dapat ditransfer ke opsi terapeutik.

"Apa yang dilakukan studi ini adalah mengambil bukti epidemiologi dan mencoba untuk memperbaikinya dan untuk menunjukkan bahwa memang ada komponen dalam kopi yang bermanfaat untuk menangkal penurunan kognitif. Ini menarik tetapi apakah kami menyarankan bahwa kopi adalah obat? Tentu tidak," katanya. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB