Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Aspirin Bisa Obati Kanker?

Rabu 03 Oct 2018 09:19 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Indira Rezkisari

Aspirin

Aspirin

Foto: EPA
Aspirin dosis rendah sudah lama digunakan cegah penyakit jantung, stroke, dan kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian mengenai aspirin pada pengobatan kanker kian meningkat. Sebuah tinjauan baru dari sebuah penelitian menimbulkan pertanyaan, yakni 'apakah waktu bisa membuktikan hal tersebut?'.

Baca Juga

Pimpinan Institut Perawatan Primer dan Kesehatan Masyarakat Cochrane Universitas Cardiff, Inggris, Peter Elwood tengah menerbitkan analisis baru terkait aspirin bagi kanker. Studi yang ditulis di dalam jurnal PLOS One memberitahukan motivasi Elwood untuk penelitian, yakni penggunaan aspirin dosis rendah memang digunakan untuk pencegahan penyakit jantung, strok, dan kanker sejak lama.

"Tapi bukti sekarang menunjukkan mungkin saja obat bisa berperan sebagai pengobatan tambahan untuk kanker," kata Elwood, sepeti dikutip laman Medical News Today.

Pada 2012 lalu, tiga studi diterbitkan dalam jurnal The Lancet menyarankan bahwa asupan aspirin setiap harinya bisa mencegah serangkaian kanker pada mereka yang berusia paruh baya. Kemudian pada tahun lalu penelitian lain menemukan aspirin bisa meningkatkan efektivitas obat antikanker pada tikus. Dalam konteks ini, Elwood dan tim ingin memeriksa manfaat asupan aspirin dalam pengobatan kanker.

Dalam penyelidikan peran aspirin dalam pengobatan kanker, Elwood dan tim mengamati sekitar 71 penelitian. Dari penyelidikan tersebut disimpulkan, lebih dari 120 ribu orang terdiagnosis kanker dan mulai mengonsumsi aspirin sebagai tambahan pengobatan. Dua tinjauan independen menilai kelayakan penelitian dan memeriksa jumlah kematian akibat kanker, metastasis, dan kematian lain di antara orang-orang dalam kelompok penggunaan aspirin.

Para peneliti kemudian membandingkan data dengan sekitar 400 ribu orang yang tidak mengonsumsi obat tersebut. Dari penelitian dan analisis, di antaranya terdiri dari 29 kasus kanker kolorektal, 14 studi kanker payudara, serta 16 kanker prostat. Secara keseluruhan analisa mengungkapkan bahwa peluang untuk bertahan dari diagnosis kanker sekitar 20 sampai 30 persen lebih besar antara yang mengonsumsi dan tidak.

Elwood dan tim mencatat, bukti menunjukkan aspirin dapat bermanfaat bagi kanker yang berbeda beserta tingkat keparahannya. Aspirin tampaknya bisa mengurangi risiko kematian akibat kanker usus hingga 25 persen, kanker payudara 20 persen, dan prostat 15 persen. Meski demikian para peneliti mengakui masih terbatas terhadap tinjauannya. Rekomendasi aspirin tetap harus dikonsultasikan pasien bersama dokter.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA