Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Hati-Hati, Kurang Tidur Ganggu Hubungan Sosial

Senin 27 Aug 2018 15:32 WIB

Rep: MGROL 111/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

insomnia (ilustrasi)

insomnia (ilustrasi)

Foto: ap
Orang yang kurang tidur malas berinteraksi dengan masyarakat sekitar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sering kali karena kurang tidur seseorang gampang meluapkan amarah. Akan tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa efek sosial dari kurang tidur tidak hanya sekadar sikap cemberut di pagi hari. Kurang tidur bisa membuat anda kesepian karena dijauhi para sahabat. 

Peneliti di University of California, Berkeley, menemukan bahwa tidur nyenyak mempengaruhi interaksi sosial dan menemukan hubungan dua arah. Sementara kurang tidur mengaktifkan sirkuit otak yang merasakan ancaman manusia dan menutup bagian yang mendorong keterlibatan dengan orang lain. 

Lebih buruk lagi, orang-orang yang sebenarnya cukup istirahat merasa terganggu dengan yang kurang tidur. Bahkan mereka yang cukup istirahat merasa kesepian hanya dengan melihat orang yang insomnia. Dengan kata lain, kesepian yang disebabkan oleh sulit tidur dapat benar-benar menular.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, mengamati pemindaian otak dari 18 partisipan ketika mereka menonton video orang berjalan ke arah mereka. Diberi kesempatan untuk menghentikan orang yang mendekat dengan menekan sebuah tombol, para peserta yang tidak tidur pada malam sebelumnya tidak melakukan apapun dan membiarkan orang-orang tersebut berjalan menjauh. 

Ketika orang-orang mendekati peserta yang kurang tidur, otak mereka menunjukkan peningkatan aktivitas dalam kepala mereka yang menyala ketika terancam, sementara sirkuit yang mendorong interaksi sosial tampak terganggu. Sementara yang mengejutkan, para pengamat secara konsisten menilai orang yang kurang tidur kurang menarik untuk diajak bicara.

"Semakin sedikit tidur yang didapatkan, semakin sedikit ingin berinteraksi secara sosial. Pada gilirannya, orang lain menganggap kamu lebih menjijikkan secara sosial, semakin meningkatkan dampak buruk isolasi sosial dari tidur," salah satu penulis studi utama mengatakan dalam sebuah berita.

Konsekuensi dari kurang tidur, tentu saja, luas, mulai dari gangguan kognisi hingga peningkatan risiko kanker dan diabetes serta risiko kematian dini. Sementara itu, sebuah studi tahun 2018 menemukan hampir separuh dari semua orang Amerika merasa ditinggalkan dan merasa kesepian.

Kabar baiknya, penelitian ini menjelaskan, adalah bahwa hanya satu malam tidur dapat membuat kamu lebih mudah bergaul, percaya diri, dan umumnya lebih disukai orang lain.

Memprioritaskan tidur jelas penting untuk kesehatan emosional dan hubungan sosial kamu. Agar bisa tidur di malam hari, usahakan menjauhkan diri dari barang-barang elektronik seperti telepon genggam agar pikiran tidak teralihkan olehnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA