Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Kurang Tidur Perlambat Konsentrasi dan Memori

Kamis 09 Nov 2017 05:50 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Yudha Manggala P Putra

Menguap. Ilustrasi

Menguap. Ilustrasi

Foto: CBS

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Kurang tidur terbukti secara ilmiah membuat manusia lebih sulit membuat tugas sederhana dan memperlambat pikiran.

Penelitian yang dipublikasikan Senin (6/11) di Nature, menemukan bahwa neutron dalam sel utama dalam lobus temporal manusia bergerak lebih lambat dan lemah pada saat kelelahan. Dengan kata lain, kurang tidur membuat otak manusia kepayahan di tingkat sel.

"Kami menemukan bahwa membuat tubuh kekurangan tidur juga merampas kemampuan neuron untuk berfungsi dengan baik," kata Dr. Itzhak Fried dari Universitas Kalifornia, Los Angeles (UCLA). Hal ini dapat menyebabkan gangguan kognitif.

Jika manusia pernah berjuang menyelesaikan tugas sederhana dengan sangat sulit setelah beristirahat malam. Bisa jadi neuron di otak manusia dalam keadaan sangat letih.

Studi ini menunjukan bahwa efek ini berdampak besar dalam memori dan gangguan kognitif, seperti mengambil data visual dan mentransferkannya ke pikiran yang sebenarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini adalah ketidaknyamanan yang besar, bahkan bisa berbahaya.

Para peneliti membayangkan sebuah skenario dimana pejalan kaki berjalan di depan pengemudi yang kurang tidur dan otak pengemudi tidak dapat memproses informasi dengan cepat. Faktanya, terdapat slip dalam kognisi. Waktu reaksi yang lamban dari kurang tidur juga terjadi pada kondisi lain seperti dalam keadaan mabuk.

"Kelelahan yang parah memberi pengaruh yang sama pada otak ketika meminum alkohol terlalu banyak," kata Fried.
"Namun, tidak ada standar hukum maupun medis untuk mengidentifikasi mana pengemudi yang kelelahan sama dengan pengemudi yang mabuk."

Tim dari Fried memiliki sampel 12 pasien yang akan menjalani operasi epilepsi. Ahli bedah membuat pasien tetap terjaga sepanjang malam untuk mencoba memancing kejang. Kemudian pasien diberikan tes visual kognitif, dimana mereka harus mengelompokkan gambar secepat mungkin. Dapat dibuktikan bahwa pasien yang kekurangan tidur memiliki hasil buruk dalam tes tersebut.

Fried menyatakan bahwa ketika manusia kurang tidur, sebagian otak akan menyerah begitu saja. Ketika tes tersebut berlangsung, para peneliti mengamati pola "lambat, mirip-tertidur" yang mengganggu aktivitas otak. "Daerah otak pasien yang terpilih sedang tertidur, menyebabkan penyimpangan mental, sementara otak lainnya terbangun dan berjalan seperti biasa."

Fakta bahwa kurang tidur dapat merusak kesehatan merupakan sesuatu yang umum. Seperti terkena kegemukan, penyakit jantung dan masalah lainnya. Namun studi UCLA tersebut menyoroti bahwa manusia cenderung menjadi bodoh saat kelelahan, seperti dilansir pada laman Men's Health.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA