Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Awas, Bakteri Pemicu Keputihan Bisa Ganggu Kesuburan

Rabu 18 Oct 2017 05:18 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Keputihan pada wanita harus diperhatikan karena bisa mengganggu kesehatan.

Keputihan pada wanita harus diperhatikan karena bisa mengganggu kesehatan.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Infeksi bakteri chlamydia trachomatis merupakan salah satu penyebab terjadinya keputihan yang tak normal. Di samping keputihan, infeksi chlamydia trachomatis juga dapat mengganggu kesuburan perempuan.

"Infeksi karena ditularkan melalui hubungan seksual," terang spesialis obstetri dan ginekologi dari RS Hermina Jatinegara dr Rino Bonti Tri H Shanti SpOG, dalam diskusi kesehatan yang diselenggarakan Resik V Godokan Sirih dari PT Kino Tbk, di Jakarta.

Infeksi chlamydia trachomatis bisa 'berjalan' dari vagina ke organ reproduksi dalam perempuan. Infeksi ini dapat bersifat menyeluruh dan menyebabkan terjadinya pelvic inflammatory disease atau penyakit radang panggul. Kondisi ini menyebabkan beberapa organ menjadi lengket, salah satunya pada tuba fallopi atau saluran indung telur.

"Menyebabkan tubanya tersumbat," tambah Bonti.

Dalam kondisi tersumbat, perempuan akan sulit mengalami kehamilan secara normal. Yang cukup memprihatinkan, kondisi tuba fallopi yang sudah lengket bersifat irrevesible atau tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala.

Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang lebih invasif, yaitu melalui operasi. Tindakan yang bisa dilakukan akan sangat bergantung pada kondisi dan letak sumbatan pada tuba fallopi. Beberapa tindakan yang bisa dilakuakn adalah membuka sumbatan dan menyambung kembali saluran jika memungkinkan, atau memotong saluran jika kondisi sumbatan sudah menutupi saluran secara total.

"Kalau benar-benar sudah kesumbat, ya kita potong. Lalu (untuk hamil) dengan bayi tabung," ujar Bonti.

Infeksi chlamydia trachomatis pada dasarnya merupakan infeksi menular seksual. Perilaku seks bebas rentan terhadap ancaman infeksi chlamydia trachomatis. Oleh karena itu, Bonti mengimbau agar perilaku ini dijauhi.

"(Berhubungan) hanya dengan satu pasangan yang resmi saja. Jaga kebersihan," kata Bonti.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA