Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Susu Rendah Iodium, Apa Efeknya ke Tubuh?

Ahad 08 Oct 2017 06:03 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari

Susu dari kacang almond

Susu dari kacang almond

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Susu dan berbagai produk turunannya merupakan sumber utama iodium. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa konsentrasi iodium dalam banyak susu alternatif pengganti susu sapi sangat rendah seperti susu kedelai, santan, susu beras, susu hazelnut dan susu almond.

Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, iodium adalah salah satu jenis mineral yang sangat penting bagi perkembangan dan kesehatan tubuh terutama dalam menjaga kestabilan fungsi tubuh. Pada masa kehamilan, kekurangan iodium dapat berdampak buruk untuk perkembangan otak anak bahkan dikaitkan dengan rendahnya kemampuan intelegensi.

Dari percobaan yang dilakukan dengan mengambil sampel 47 produk susu alternatif, ditemukan bahwa konsentrasi iodium pada produk tersebut hanya sekitar dua persen dari konsentrasi yang terdapat pada susu sapi. Hanya tiga dari 47 produk susu alternatif yang dibentengi oleh iodium.

Namun, bagi mereka yang memang tidak bisa mengonsumsi susu sapi karena terkendala alergi bisa mencoba makanan yang merupakan sumber laindari iodium. Tentu saja, susu bukanlah satu-satunya yang menjadi sumber utama iodium.

Konsentrasi iodium yang tinggi juga terdapat pada sumber makanan dari laut seperti ikan cod. Telur ayam juga sumber iodium yang sangat baik. Bagi para vegan, kebutuhan akan iodium bisa dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen khusus yang mengandung tinggi iodium.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA