Sabtu, 16 Rajab 1440 / 23 Maret 2019

Sabtu, 16 Rajab 1440 / 23 Maret 2019

Waspada, Usia 50 Tahun Rawan Serangan Jantung

Jumat 29 Sep 2017 19:46 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Nyeri di dada, bisa jadi pertanda sakit jantung

Nyeri di dada, bisa jadi pertanda sakit jantung

Foto: Boldsky

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  - Penurunan fungsi  sejumlah organ vital penting dalam tubuh seiring bertambahnya usia seseorang menuju usia senja. Karenanya,  membiasakan pola hidup sehat sejak dini merupakan hal utama yang patut dikelola. 

Berdasarkan rilis yang diterima republika.co.id, Jantung merupakan organ vital dalam kinerja fungsi pernafasan seluruh makhluk hidup, timbulnya penyakit jantung koroner disebabkan adanya plak arteroksklerosis atau pengapuran lemak dan melekat di pembuluh darah jantung. 

"Lelaki atau perempuan yang telah berusia lima puluh tahun keatas sebaiknya rutin melakukan check up pjantung, minimal sekali dalam setahun. Agar dapat dideteksi dini jika ditemukan penyumbatan dalam pembuluh darah dan dapat diintervensi tindakan, yaitu melalui pemasangan ring," sebut Dr. Emanoel Oepangat, SpJP, FIHA, Kamis (28/9) saat berdiskusi bersama media dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia.

Emanoel yang dokter spesialis jantung di rumah sakit Siloam TB Simatupang Jakarta menambahkan, penyakit jantung koroner melalui penyumbatan pembuluh darah disebabkan beberapa hal, yaitu tingginya kandungan kolesterol dan diperberat dengan adanya hipertensi pun mengidap diabetes melitus.

"Serangan jantung ini sangat mendadak dan dapat berdampak vital pada kematian. Umumnya penderita akan merasakan sakit di dada bagian kiri atau tengah, sakit di punggung atau lambung. Dan rasa sakit seperti ditekan kuat disertai keluarnya keringat dingin," papar Emanoel mengingatkan.

Penyakit jantung koroner menempati urutan kedua dari 10 penyakit mematikan yang ada di Indonesia dan sayangnya masih banyak pasien yang takut untuk melakukan deteksi dini guna pencegahan dari faktor resiko. 

Direktur RS Siloam TB Simatupang, Dr Marganda Pasaribu turut mengingatkan bahwa kampanye hari jantung sedunia dilakukan Siloam guna membantu pemerintah dalam meningkatkan dan menyebarkan pengetahuan akan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini jantung koroner.

"Deteksi dini adalah langkah utama. Namun jika sudah terdeteksi adanya jantung koroner maka cara terbaik adalah melalui pemasangan ring guna mencegah dari serangan jantung mendadak," imbuh Marganda Pasaribu.

Dalam memperingati Hari Jantung Sedunia 2017, Siloam Hospital selaku rumah sakit swasta berstandar internasional turut mengadakan kegiatan edukasi yaitu media gathering untuk media (28/9), donor darah (29/9) dan edukasi jantung bagi masyarakat dan keluarga pasien (30/9). *

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA