Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Pekerjaan Paling Berisiko Saat Karyawannya Kurang Tidur

Rabu 31 May 2017 15:18 WIB

Red: Esthi Maharani

Tidur di tempat kerja (Ilustrasi)

Tidur di tempat kerja (Ilustrasi)

Foto: CORBIS.COM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebih dari 85 persen gangguan tidur yang didata American Sleep Disorders Association adalah mendengkur hingga sleep apnea. Sepertiga orang Amerika dinyatakan insomnia. Ini menyebabkan mereka menderita berbagai penyakit, termasuk hipertensi, obesitas, depresi, hingga penyakit jantung dan stroke.

Pekerjaan apa paling berisiko ketika kualitas tidur karyawan terganggu, khususnya saat berpuasa?

Konsultan neuropsychiatrist yang juga Direktur Medis di London Sleep Centre Dubai, Irshaad Ebrahim mengatakan profesi tersebut adalah sopir transportasi umum, pegawai rumah sakit, khususnya dokter dan perawat, pekerja konstruksi dan karyawan yang bekerja menggunakan mesin berat.

Berapa banyak seseorang sebaiknya tidur? Dilansir dari The National, Rabu (31/5), National Sleep Foundation Amerika Serikat merekomendasikan tujuh hingga delapan jam bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas, dan tujuh hingga sembilan jam untuk mereka yang berusia 18-64 tahun. Survei yang pernah dilakukan menyebutkan responden rata-rata membutuhkan tidur efektif tujuh jam dan 13 menit sehari supaya otak berfungsi sebaik mungkin.

Karyawan setidaknya perlu tidur enam jam dan 31 menit pada hari kerja, dan tujuh jam dan 22 menit pada akhir pekan. Sebanyak 69 persen responden yang disurvei menyatakan mereka kurang tidur di hari kerja.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA