Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Studi Sebut 45 Persen Dewasa Kurang Tidur

Rabu 08 Feb 2017 13:50 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Jangan pandang sepele bila Anda rutin kurang tidur. Dampaknya bisa berbahaya bagi tubuh.

Jangan pandang sepele bila Anda rutin kurang tidur. Dampaknya bisa berbahaya bagi tubuh.

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, Studi terkini menyebut warga Australia mengalami masalah tidur yang cukup signifikan. Sleep Health Foundation Australia mengungkap, sebanyak 45 persen orang dewasa di sana tidak punya waktu tidur yang cukup dan berkualitas.

Apabila dibandingkan, kaum hawa diketahui lebih sulit tidur daripada para pria. Herald Sun melaporkan, perempuan cenderung merasa kelelahan dan kurang tidur saat terjaga meski rata-rata waktu tidur antara pria-wanita tercatat sama.

Lebih dari 10 persen warga Australia rata-rata hanya tidur lima setengah jam di malam hari. Angka tersebut dianggap tak cukup oleh para peneliti karena jauh di bawah tujuh jam yang direkomendasikan pakar kesehatan.

Studi menunjukkan fakta bahwa sepertiga dari mereka pernah melakukan kesalahan di tempat kerja akibat mengantuk. Bahkan, 21 persen pria dan 13 persen perempuan pernah ketiduran di kantor.

Lebih berbahaya lagi, 20 persen orang dewasa melaporkan pernah ketiduran saat sedang mengendara. Sepertiga dari mereka juga mengakui pernah menyetir sambil mengantuk setidaknya sekali dalam sebulan.

Profesor Robert Adams selaku pemimpin penelitian mengatakan, pentingnya waktu tidur berkualitas kerap diremehkan banyak orang. Padahal, studi selama beberapa dekade belakangan telah mengungkap manfaat tidur bagi kesehatan, sekaligus akibat buruk jika tak memenuhi kebutuhan tubuh itu.

"Kualitas tidur yang buruk mendampak metabolisme tubuh, meningkatkan risiko hipertensi dan diabetes, bahkan kematian," ujar Adams, dilansir Daily Mail Australia.

Baca juga: 7 Terapi Aneh untuk Mengatasi Masalah Tidur

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA