Jumat 09 May 2014 12:50 WIB

Studi: Buah dan Sayuran Kurangi Risiko Stroke

Konsumsi sayur dan buah bisa mengurangi risiko terkena stroke (ilustrasi).
Foto: Republika/Prayogi
Konsumsi sayur dan buah bisa mengurangi risiko terkena stroke (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur-mayur dapat mengurangi risiko terserang stroke. Demikian hasil satu penelitian baru yang dipublikasikan pada Kamis (8/5) di jurnal American Heart Association.

Studi tersebut mendapati risiko stroke turun sampai 32 persen untuk setiap 200 gram buah yang dikonsumsi setiap hari dan 11 persen untuk setiap 200 gram sayuran yang dikonsumsi setiap hari. Namun, menurut hasil studi tersebut, konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah sedikit lazim dilakukan di seluruh dunia, terutama di negara yang warganya berpenghasilan rendah sampai menengah.

Temuan itu dilandasi atas meta-analisis terhadap 20 kajian selama 19 tahun terakhir yang melibatkan 760.629 pria dan wanita dengan 16.981 penderita stroke dan dilakukan di Eropa, Amerika Serikat serta Asia. Di dalam statistik, meta-analisis merujuk kepada metode yang dipusatkan pada perbandingan dan penggabungan hasil dari studi lain, dengan harapan bisa menemukan pola di antara hasil studi, sumber perbedaan di antara studi tersebut, atau hubungan menarik lain yang mungkin muncul dalam konteks banyak kajian.

"Meningkatkan makanan dan gaya hidup penting buat jantung dan mengurangi resiko stroke pada masyarakat secara umum," kata Yan Qu, Direktur Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Kota Praja Qingdao di Cina dalam satu pernyataan.

"Khususnya, makanan yang kaya akan buah dan sayuran sangat disarankan sebab itu memenuhi mikronutrien dan makronutrien serta kebutuhan akan serat tanpa penambahan seluruh kebutuhan energi yang mendasar," kata Yan, yang juga adalah Profesor di Medical College of Qingdao University seperti dikutip Xinhua.

Menurut para peneliti tersebut, tubuh manusia memerlukan lebih sedikit mikronutrien seperti vitamin dan mineral, sedangkan makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak menyediakan kalori atau energi. Para peneliti itu mengutip kajian yang memperlihatkan bahwa konsumsi banyak buah dan sayuran dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan juga memiliki dampak yang menguntungkan pada indeks massa tubuh, lingkar pinggang, kolesterol, radang dan tekanan oksidatif.

Para peneliti tersebut mengungkapkan, dampak bermanfaat buah dan sayur-mayur tersebut berlaku secara konsisten pada lelaki dan perempuan, tapi tak ditemukan adanya perbedaan dampak pada usia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa peningkatan konsumsi buah dan sayuran sampai 600 gram setiap hari dapat mengurangi beban stroke iskemik sampai 19 persen secara global. Sementara itu, American Heart Association menyarankan orang dewasa mengkonsumsi empat sampai lima porsi buah dan sayuran setiap hari, dengan dasar makanan 2.000 kalori.

Di Cina, stroke adalah penyebab utama kematian, dan sebanyak 1,7 juta orang meninggal pada 2010. Di Amerika Serikat, stroke adalah penyebab nomor 4 kematian dan penyebab utama cacat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement