Rabu , 08 November 2017, 16:02 WIB

Generasi Muda Muslim Dorong Ledakan Pariwisata Halal

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Agus Yulianto
himalayantrekkers.com
Pelancong Muslim/ilustrasi
Pelancong Muslim/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Kaum muda Muslim diperkerikan melipatgandakan pengeluaran untuk pariwisata. Hal itu yang membuat potensi pariwisata halal bernilai 300 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun mendatang.

Dilansir dari Arab News pariwisata halal berkembang pesat, seperti sektor hotel, bandara, restoran. Fasilitas publik itu berupaya menyediakan kenyamanan dan keramahan pada Muslim, seperti, ruang shalat dan gerai makanan halal.

Kepala eksekutif spesialis perjalanan Islam HalalTrip Fazal Bahardeen baru-baru ini melakukan studi bersama Mastercard. Studi itu, menunjukkan Muslim dewasa berwisata dengan keluarga setahun sekali. Sementara, kaum muda Muslim (20 hingga 36 tahun) sering malakukan perjalanan. "Perjalanan generasi muda Muslim berkembang pesat," kata Fazal, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, generasi muda Muslim memiliki penghasilan banyak. Pun mereka lebih tertarik membelanjakan penghasilannya mencari pengalaman eksotis dan tujuan jauh, daripada orang tua Muslim.

Fazal menyebut, pengeluaran per perjalanan generasi muda Muslim lebih rendah dari generasi sebelumnya. Namun, generasi muda melakukan banyak perjalanan per tahun. Dengan demikian, pengeluaran keseluruhan generasi muda lebih tinggi.

Fazal memperkirakan, lima hingga 10 tahun mendatang banyak umat Islam memasuki tahap kehidupan ketertarikan mendapatkan, menghabiskan, dan melakukan perjalanan paling banyak. Bahkan, kata dia, pengeluaran perjalanan generasi muda Muslim selama 2016 mencapai sekitar 55 miliar dolar AS. Sementara total segmen perjalanan Muslim bernilai 156 juta dolar AS.

Dia menyebut, angka itu diperkirakan meningkat masing-masing menjadi 100 miliar dolar AS pada 2025 dan 300 miliar dolar AS pada 2026. Penelitian itu dilakukan saat banyak negara mengincar pangsa pasar perjalanan Muslim sedang berkembang.

Fazal menyebut, Arab Saudi, Malaysia, dan Turki merupakan sumber terbesar pelancong Muslim muda di dunia Islam. Menurut dia, generasi muda Muslim Indonesia, Mesir, dan Kazakhstan memiliki potensi besar menyumbang turis pariwisata halal.