Rabu , 18 October 2017, 01:20 WIB

Sumbar Ingin Ada Penerbangan Langsung Padang-Singapura

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Agus Yulianto
dok. Humas Sumbar
Wagub Sumbar Nasrul Abit meninjau potensi laut Tiku-Agam Sumatera Barat, Sabtu (12/8).
Wagub Sumbar Nasrul Abit meninjau potensi laut Tiku-Agam Sumatera Barat, Sabtu (12/8).

REPUBLIKA.CO.ID, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendesak maskapai penyedia penerbangan murah, AirAsia, untuk membuka rute penerbangan langsung Padang-Singapura. Keinginan Sumbar untuk terhubung langsung dengan Singapura ini disampaikan Pemprov Sumbar kepada Konsul Jenderal Singapura yang berkedudukan di Medan, Mark Low, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Sumatra Barat.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memandang, pembukaan penerbangan langsung antara kedua kota diyakini mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata ke Sumatra Barat. Apalagi, Singapura dikenal sebagai hub atau penghubung penerbangan internasional dari belahan bumi lainnya.

"Jika ditengok, penerbangan langsung (Padang-Singapura) akan mendukung kemajuan wisata Sumbar," ujar Nasrul, Selasa (17/10).

Nasrul melanjutkan, bila disepakati maka pihaknya akan melanjutkan pembahasan penambahan rute ini dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta. Selama ini penerbangan internasional AirAsia baru menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman dengan Kuala Lumpur, Malaysia.

"Nah tapi, biasanya orang Minang ini kalau pulang pilih lewat Batam-Pekanbaru-Padang. Sekalian nengok keluarga di rantau," ujar Nasrul.

Konsul Jenderal Republik Singapura Mark Low menyambut baik ide tersebut. Selain pembahasan terkait pariwisata, Singapura juga meminta Sumatera Barat membuka pintu investasi lainnya, termasuk bidang energi. Salah satu potensi investasi yang ditawarkan Sumatera Barat adalah pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Potensi EBT yang sedang gencar ditawarkan Sumatera Barat adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).