Jumat , 02 Juni 2017, 14:33 WIB

Layanan Jasa Perjalanan Wisata Halal di Bumi Seribu Masjid

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Agus Yulianto
Antara
Sejumlah wisatawan lokal dan mancanegara menaiki kapal cepat menuju Gili Trawangan di pelabuhan Senggigi, Kecamatan Batulayar, Gerung, Lombok Barat, NTB (Ilustrasi)
Sejumlah wisatawan lokal dan mancanegara menaiki kapal cepat menuju Gili Trawangan di pelabuhan Senggigi, Kecamatan Batulayar, Gerung, Lombok Barat, NTB (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai destinasi wisata halal. Peluang ini dimanfaatkan betul oleh Nurwahidah untuk menyediakan layanan perjalanan wisata berbasis halal.

Perempuan asal Lembar, Lombok Barat itu tengah merintis agen perjalanan wisata dengan nama Halal Lombok Holidays (HLH) Tour and Travel. Ida, begitu ia akrab disapa, menjelaskan, awal mula keyakinannya mendirikan HLH Tour and Travel. Awalnya, perempuan berusia 44 tahun itu mengaku cukup miris dengan perkembangan perjalanan wisata berbasis halal di Indonesia, yang menurutnya tertinggal jauh dengan negara lain, bahkan dengan negara dengan penduduk mayoritas non muslim.

"Halal travel kita bisa dibilang tertinggal jauh bahkan dengan negara non muslim yang sudah lebih dulu menyelenggarakan paket wisata halal," ujar Ida yang menjabat sebagai Direktur HLH Tour and Travel saat ditemui Republika.co.id, di Islamic Center NTB.

Ida mengaku, tidak habis pikir mengapa hal ini bisa terjadi. Dia menyebut negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, bahkan Inggris yang sudah gencar mempromosikan wisata halal.

Sedangkan Indonesia, dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, perkembangan wisata halal justru terkesan lamban. Menurut Ida, ada beberapa hal yang membuat perkembangan wisata halal di Tanah Air tertinggal dibanding negara lain, misalnya faktor infrastuktur, hingga kesadaran masyarakat dan pemerintah yang belum maksimal akan potensi wisata halal menjadi penyebabnya.

Ida menilai, keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan potensi wisata halal merupakan terobosan besar bagi perkembangan wisata halal di Indonesia. Sejalan dengan keinginan Pemprov NTB terkait wisata halal, Ida berinisiasi mendirikan HLH Tour and Travel pada 20 Februari 2017 yang berlokasi di Jalan Soromandi, Gomong, Kota Mataram, NTB dan telah bergabung dengan Asita.
 
Meski baru tiga bulan berdiri, Ida mengaku, tidak gentar bersaing dengan agen perjalanan wisata besar dari luar negeri yang sudah lebih dahulu hadir. Ida memandang, Lombok memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki negara-negara lain yang juga menawarkan paket perjalanan wisata halal.

HLH Tour and Travel menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Lombok beserta objek wisata religi yang ada, mulai dari Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Masjid Kuno Bayan, Makam Loang Baloq, Makam Batulayar, hingga paket bulan madu halal.

Pada April lalu, Ida berkesempatan, mengikuti ajang Travel Mart di Dubai yang diikuti agen travel dari 160 negara. Di sana, Ida belajar bagaimana mengembangkan paket perjalanan wisata dan juga membangun relasi dengan para agen travel dari negara lain. Alhasil, usai bulan suci ramadhan, Lombok bersama Malaysia, Sri Lanka, dan Maladewa dipilih oleh salah satu agen travel di Arab Saudi untuk membawa wisatawan keempat negara tersebut.