Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

Friday, 10 Ramadhan 1439 / 25 May 2018

100 Restoran di Taiwan Telah Memperoleh Sertifikat Halal

Selasa 14 March 2017 09:53 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agus Yulianto

Restoran halal (ilustrasi).

Restoran halal (ilustrasi).

Foto: traveltextonline.com

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI --  Biro Pariwiata Taiwan telah memberikan sertifikat halal kepada 100 restoran di Taiwan. Pemberian sertifikat ini dilakukan secara bertahap.

"Kami berharap angka terus bertambah mencapai 200. Taiwan akan terus  berupaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah terhadap umat Islam dalam upaya untuk menarik pengunjung Muslim,” ujar Kepala Biro Pariwisata Taiwan, Chou Yung-hui seperti dilansir focustaiwan.tw (10/3).

Pemberian sertifikasi halal ini bekerja sama dengan Asosiasi Muslim China yang berbasis di Taipei. Restoran ini akan menyediakan makanan sesuai dengan hukum Islam  dan tidak menjual makanan yang mengandung daging babi atau alkohol.

Chou menjelaskan, menurut statistik dari MasterCard, Taiwan berada di peringkat 10 sebagai negara tujuan pariwisata bagi umat Islam pada tahun lalu. Dan pada tahun ini Taiwan diprediksi menjadi peringkat  ke tujuh.

"Perubahan ini menunjukkan bahwa Taiwan telah membuat kemajuan untuk menarik wisatawan Muslim. Salah satu indikator utamanya yaitu lebih banyak restoran yang mendapatkan sertifikasi halal," ujarnya.

Sebagai  upaya untuk mempromosikan restoran bersertifikat halal di Taiwan, Biro Pariwisata menjadwalkan untuk mengundang master chef selebriti dari Malaysia, Dato Fazley Yaakob untuk melayani tamu khusus di paviliun Taiwan dalam acara pameran industri pariwisata di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain mengambil bagian dalam pameran pariwisata di negara-negara Muslim, Biro akan mengeluarkan buklet pariwisata Muslim di Inggris, Malaysia dan Indonesia untuk mempromosikan Taiwan sebagai negara yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Menurut Chou, jumlah pengunjung dari Indonesia mengalami penurunan selama dua tahun terakhir setelah mencapai 36.000 pada tahun 2014. Pengunjung dari Malaysia, mencapai puncak pada tahun lalu dengan jumlah  339.000. Sedangkan pengunjung dari Uni Emirat Arab naik dua kali lipat menjadi 934 pada tahun lalu,  Arab Saudi tumbuh sebesar 28 persen menjadi 273 tahun lalu, dan orang-orang dari Kuwait tumbuh sebesar 8 persen menjadi 126.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA