Sabtu, 11 Ramadhan 1439 / 26 Mei 2018

Sabtu, 11 Ramadhan 1439 / 26 Mei 2018

Booktube Indonesia, Ruang Ekspresi Pencinta Buku

Jumat 20 April 2018 17:40 WIB

Rep: MGROL102/ Red: Yudha Manggala P Putra

Booktuber Tsalitsa Aeni Khaya dari Smoglit Reviews.

Booktuber Tsalitsa Aeni Khaya dari Smoglit Reviews.

Foto: smoglitreviews.com
Booktube bisa menjadi salah satu sarana mendongkrak minat baca generasi millenial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Situs layanan berbagi video Youtube dapat dimanfaatkan penggunanya untuk berbagi banyak hal positif. Salah satunya dilakukan para pencinta buku, yang belakangan populer dikenal sebagai booktubers. Lewat platform digital tersebut mereka mengunggah video yang fokus membahas buku dan segala jenisnya. Buntutnya, lahirlah ruang khusus bernama booktube.

Di Indonesia sendiri, booktube mungkin masih terhitung muda usianya. Namun berkat konsistensi, ia kemudian melahirkan komunitas resmi pada tahun 2016. Para booktuber mulai mengibarkan bendera bernama Booktube Indonesia.

"Booktube (Indonesia) itu resmi jadi komunitas di tahun 2016, tepatnya bulan Juni" kata booktuber Tsalitsa Aeni Khaya dari Smoglit Reviews kepada Republika.co.id belum lama ini.

Komunitas ini, kata dia, pertama kali diinisiasi oleh tiga booktuber Indonesia, yakni Maggie Chen, Dhyn Hanarun, dan Tiffany. Sampai sekarang Booktube Indonesia terus bertambah anggotanya. "Sekarang makin merambah (jadi) 30 orang," jelas perempuan yang akrab disapa Litsa.

Ragam aktivitas dilakukan para booktubers di akun booktube masing-masing. Di antaranya mengulas buku yang sudah dibaca, membagikan buku-buku yang sudah dibaca atau akan dibaca, membuat vlog mengenai buku, sampai bermain buku.

Tidak jarang di antara anggota booktube juga terjadi tukar buku tanpa memberitahu pengirimnya atau melakukan kolaborasi antaranggota (collabooks) untuk membahas buku. "Kaya aku sama Sophia Mega, lagi collabooks. Kita sesama booktuber bikin satu konten yang memang fokus ke genre yaitu feminis. Jadi di sini kita kolaborasi biar semakin banyak orang yang mau baca juga buku feminis ini," terang Litsa.

Menjadikan Youtube sebagai tempat membahas soal buku, bagi para pencinta buku, berbeda dari media lainnya. Karena di platform ini mereka bisa lebih bebas mengekspresikan diri.

"Lebih bebas. Bisa ngungkapin ekspresi juga. Jadi kesal, sedih, senangnya kita setelah baca buku itu bisa kelihatan langsung sama viewer. Beda dengan medium tulisan yang mungkin ekspresinya kurang," kata booktuber Kanaya Sophia dari channel Aya Sophia.

"Karena kalau medium tulisan udah banyak banget gitu kaya blog, Instagram. Sementara di Indonesia kalau melalui video itu jarang."

Perempuan penyuka buku-buku bergenre thriller ini juga mengatakan Booktube bisa menjadi salah satu sarana untuk mendongkrak minat baca generasi millenial. Mereka, biasa disebut generasi zaman now, sudah sangat akrab dan memiliki minat tinggi terhadap video di platform itu. Sehingga, melalui video di Youtube mereka bisa didorong untuk semakin mencintai dunia buku.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES