Sunday, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Sunday, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Rolex Ungguli Lego Sebagai Merek Terkemuka di Dunia

Sabtu 17 March 2018 09:30 WIB

Red: Ratna Puspita

Merek jam tangan asal Swis, Rolex.

Merek jam tangan asal Swis, Rolex.

Foto: EPA/GEORGIOS KEFALAS
Merek jam tangan asal Swis itu berada di urutan teratas selama tiga tahun beruntun.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Merek jam tangan Swiss, Rolex, berada di urutan teratas dalam peringkat merek paling terkemuka di dunia selama tiga tahun berturut-turut. Reputation Institute mengumumkan hal itu dalam Global RepTrack 100 tahunannya pada Jumat (16/3) waktu setempat.

Rolex mengalahkan perusahaan mainan Denmark, Lego, untuk posisi teratas. Perusahaan-perusahaan lainnya di lima besar adalah Google di urutan ketiga, Canon pada posisi keempat dan The Walt Disney Company berada di urutan kelima.

Pabrik makanan Swiss, Nestle, melonjak 21 tempat ke peringkat 33. "Gelembung reputasi telah meledak, perusahaan-perusahaan turun rata-rata 1,4 poin di seluruh dunia, merupakan penurunan besar pertama sejak akhir resesi besar" akhir tahun 2000-an, kata Direktur Penelitian untuk Reputation Institute Stephen Hahn-Griffiths.

Reputation Institute menyusun daftar dalam Global RepTrack 100 tahunannya, setelah meminta lebih dari 230.000 orang di 15 negara untuk menentukan peringkat beberapa perusahaan terbesar di dunia. Reputasinya didasarkan pada kriteria seperti standar etika, transparansi dan nilai produk, lembaga tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Ini termasuk peringkat komparatif, tren demografis, dan wawasan unik tentang dinamika di balik dampak reputasi. Studi global menunjukkan apa yang mendorong kepercayaan dan mengidentifikasi perilaku pendukung, seperti niat untuk membeli produk sebuah perusahaan, kemauan untuk berinvestasi, atau bahkan bekerja untuk perusahaan.

Hahn-Griffiths mengatakan krisis kepercayaan yang berkembang di dunia, terutama di kalangan perusahaan-perusahaan besar yang menghasilkan rekor keuntungan. "Perusahaan-perusahaan ini semakin dinilai berdasarkan aspek moralitas dan etika mereka."

Sumber : Antara/Xinhua
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES