Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Macy's Dikecam Usai Umumkan Jualan Busana Muslim

Selasa 13 February 2018 14:46 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Indira Rezkisari

Pelanggan melangkah ke pusat perbelanjaan Macy's.

Pelanggan melangkah ke pusat perbelanjaan Macy's.

Foto: EPA
Jilbab dikritik sebagai bentuk penindasan wanita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan ritel Amerika Serikat, Macy's, mendapat kecaman usai mengumumkan akan menjual koleksi busana Muslim. Koleksi busana tersebut menampilkan jilbab dan pakaian yang sederhana.

Macy's telah bermitra dengan Verona Collection, yakni sebuah butik pakaian modern Islam. Verona Collection didirikan oleh Lisa Vogl yang lulus dari program pengembangan bisnis dan pelatihan Macy's Minority pada 2017.

Di situs Verona Collection, Vogl mengatakan misinya untuk menciptakan merek busana muncul setelah ia masuk Islam. Vogl juga memiliki kesederhanaan bahwa pakaian sederhana dan modis sangat sulit didapat dan dibeli.

Perempuan ini memulai koleksi dengan banyak pilihan untuk pakaian sederhana. Koleksi Verona lebih dari sekedar merek pakaian. "Ini adalah platform bagi komunitas wanita untuk mengekspresikan identitas pribadinya dan merangkul mode yang membuat mereka merasa percaya diri dari dalam dan luar," kata Vogl, dikutip dari Fox News.

Koleksi ini akan berkisar pada pakaian terjangkau dan sederhana untuk perempuan Muslim dan non-Muslim. Wakil presiden senior Macy's Fashion Cassandra Jones menuturkan koleksi Verona menawarkan keanggunan unik dan sederhana untuk kebutuhan sehari-hari.

Koleksi ini akan dijual secara online pada 15 Februari. "Pakaian dirancang fleksibel dan nyaman dan melalui kemitraan kami, kami dapat melayani pelanggan dengan lebih baik dan memberikan harga terjangkau," ujar Jones.

Namun tidak semuanya senang dengan keputusan ini. Karena masuknya jilbab dianggap sebagai tanda penindasan perempuan.

Seseorang mengunggah pesannya di Twitter. "Jilbab adalah dominasi laki-laki dan penundukan perempuan karena wanita pemberani Iran berusaha menunjukkan pada dunia. Anda sedang membantu dan bersekongkol dengan penyalahgunaan ini. Keluarga selesai dengan @Macys," katanya.

Pengacara hak asasi manusia di Teheran, Nasrin Sotoudeh menuturkan pesan demonstrasi wanita di Iran sangat jelas bahwa mereka ingin dapat memilih dapat mengenakan jilbab atau tidak. "Ini adalah gerakan pembangkangan sipil. Wanita tahu apa yang dikatakan hukum tentang jilbab dan berdasarkan hal itu, mereka memilih untuk melakukan demonstrasi," ujar Sotoudeh.

Meski begitu, ada juga yang merasa bangga dengan langkah Macys. "Bangga dengan koleksi Verona (dan) kemitraan mereka dengan @Macys. Ini menunjukkan bahwa mode sederhana ada di sini dan untuk semua wanita, tidak hanya Muslim," kata seorang dengan akun @mohyfehmy.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES