Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Busana Korban Perkosaan Dipamerkan di Brussels

Kamis 11 Januari 2018 14:27 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Indira Rezkisari

Beberapa busana yang pernah dikenakan korban perkosaan saat kejadian dipamerkan di Brussel, Belgia. Harapannya tidak ada pembenaran bahwa pakaian adalah pemicu perkosaan.

Beberapa busana yang pernah dikenakan korban perkosaan saat kejadian dipamerkan di Brussel, Belgia. Harapannya tidak ada pembenaran bahwa pakaian adalah pemicu perkosaan.

Foto: Brussel Times

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS --Korban perkosaan dan penganiayaan seksual harus bergulat dengan kehidupan pascatrauma. Tak sedikit pula yang memandang sebelah mata korban perkosaan karena pakaian yang dikenakannya.

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah 'Apa yang Anda pakai?. Sayangnya, implikasi yang tidak disebutkan namun mengganggu adalah jika pakaian yang dipakai cukup provokatif, maka hal itu dapat mempengaruhi tingkat simpati yang ditunjukkan orang lain.

Tapi, sebuah pameran di Belgia membuktikan, pertanyaan soal pakaian tidak ada gunanya, dan berbahaya, dalam menentukan motif pemerkosaan. Bertema 'Is It My Fault?' Pameran di Center Communautaire Maritime di Brussels ini menampilkan barang-barang pakaian yang dikenakan oleh korban kekerasan seksual.

Pameran ini mencoba untuk menyangkal mitos bahwa pakaian provokatif menyebabkan terjadinya pemerkosaan. Dengan pinjaman dari kelompok pendukung korban CAW East Brabant, pameran tersebut membuktikan bahwa pakaian tidak pernah membenarkan atau mengundang pelaku perkosaan.Menampilkan barang-barang seperti piyama, baju olah raga, bahkan kemeja My Little Pony anak, pameran tersebut menunjukkan pakaian tidak berhubungan dengan korban.

Organisasi tersebut berharap, pameran itu membuktikan bahwa pakaian seseorang tidak dapat dilihat sebagai keadaan atau provokasi yang meringankan oleh seorang pemerkosa.''Apa yang Anda perhatikan segera saat Anda berjalan-jalan di sini menggunakan semua barang yang sangat normal yang akan dipakai semua orang,'' kata Lieshbeth Kennes, seorang karyawan pelatihan dan konseling dari CAW, dikutip dari Independent, Kamis (11/1).

Merujuk pada kemeja My Little Pony, Kennes menyatakan, pameran ini juga merupakan kenyataan yang pahit. Sebab kebanyakan korban perkosaan masih tahu persis apa yang mereka kenakan saat itu. Pameran ini bisa dilihat di pusat komunitas Molenbeek di Brussels dibuka dari 8 sampai 20 Januari.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES