Selasa , 14 November 2017, 10:14 WIB

Kemarahan Internasional Buat Patung Hitler di Yogya Dicopot

Red: Indira Rezkisari
AP
Pengunjung mengambil foto patung lilin Adolf Hitler berlatar kamp kematian Nazi Auschwitz-Birkenau di Museum De Mata, Yogyakarta. Kini patung Hitler sudah tidak lagi ada di sana.
Pengunjung mengambil foto patung lilin Adolf Hitler berlatar kamp kematian Nazi Auschwitz-Birkenau di Museum De Mata, Yogyakarta. Kini patung Hitler sudah tidak lagi ada di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berwisata ke museum trik mata memang menyenangkan bagi turis masa kini. Puluhan gambar dengan ilusi optik yang menarik serta patung lilinnnya bisa segera diunggah ke media sosial.

Salah satu tempat yang menawarkan wisata seperti itu adalah Museum De Mata di Yogyakarta. Tak hanya bisa berpose bak sedang melintasi jurang atau sekadar menemani panda lucu yang makan daun bambu di atas pohon, pengunjung juga bisa berfoto dengan toko-tokoh utama dunia.

Salah satu tokoh terkenal yang terletak di Museum De Mata Yogyakarta adalah Adolf Hitler. Patung Hitler termasuk populer dan banyak diambil gambarnya oleh pengunjung.

Keberadaan patung itu lalu menimbulkan kemarahan internasional karena dianggap tidak simpatik dengan korban kejahatan perang Hitler. Menanggapinya, pihak museum ternyata kini tidak lagi memajang patung Hitler sebagai koleksinya.

Kelompok penggiat hak asasi manusia menyebut pemasangan patung Hitler sebagai aksi yang 'sakit'. Simon Wiesenthal Center yang mengkampanyekan aksi melawan holocaust dan antisemitisme meminta museum segera menurunkan patung itu.

Museum De Mata memiliki sebanyak 80 patung lilin dari tokoh terkenal. Patung lilin Hitler sudah ada sejak 2014.

Pada Ahad kemarin (12/11), patung Hitler tak lagi ada. Latar belakang patung yang gambar Auschwitz yang menjadi tempat sebanyak 1 juta orang dihilangkan nyawanya oleh rezim Nazi juga tidak lagi ada.

AP mencacat ini bukan pertama kalinya Nazisme dan simbolnya dianggap wajar atau hal biasa bagi publik Indonesia. Bandung sempat memiliki kafe bertema Nazi dengan pelayan berseragam tentara Nazi lengkap dengan logo SS. Kafe itu dikabarkan sudah tutup awal tahun ini.

Pada 2014 sebuah video klip dibuat oleh musisi Indonesia sebagai bentuk tribut untuk Prabowo Subianto menimbulkan kemarahan. Alasannya, video itu dibalur nuansa Nazi.


Berita Terkait