Sabtu , 14 October 2017, 22:48 WIB

Mindset Surga Perlu Ditanamkan Sejak Dini

Red: Irwan Kelana
Dok BMH
Suasana bedah buku
Suasana bedah buku

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Pola pikir atau mindset sejatinya adalah anugerah dari Tuhan untuk manusia yang menghendaki adanya perubahan diri menjadi lebih baik. Sebab itu,  ketika memilih membentuk mindset dengan positif maka saat itupun perubahan diri dalam kehidupan benar-benar telah dimulai dengan kesiapan mental.

Hal itu disampaikan penulis buku Mindset Surga, Imam Nawawi, dalam bedah buku tersebut di hadapan orangtua/walimurid di Aula TK Little Kangaroo, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (14/10).  "Bagi setiap Muslim, mindset hidup yang benar itulah dari Alquran  yang penuh inspirasi," cetus Imam.

Namun, lanjut Imam, “sekian lama kita telah dijejali beragam literasi keliru bahkan itu dilakukan melalui bangku pendidikan yang turut mempengaruhi cara pandang kita dalam melihat kehidupan.”

Ia menambahkan, "Ketika duduk di bangku SMA, kepala kita sudah kemasukan teori  Auguste Comte yang dijuluki bapak sosiologi yang menyebut masyarakat yang maju adalah yang mendewakan berpikir logis-empiris, tidak lagi menganut Teologi sebagai bagian penting dari kehidupan ini. Di SMP ada Adam Smith, dengan teorinya bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas. Teori-teori itu terus dijejalkan kepada kita, sehingga menjadi mindset hidup dan berprilaku," katanya.

Imam menjelaskan, bagi Barat manusia dilihat sebatas persamaan dengan acuan indera dan rasionalitas semata. Sehingga, manusia dinilainya tidak berbeda dengan hewan.

"Bagi filosof,  manusia dinilainya hewan berpikir. Bagi ekonom, manusia hanyalah hewan berekonomi. Dalam sosiologi, manusia dimaknai sebatas hewan bersosialisasi, dan bagi politik, manusia disebut hewan berpolitik," terang Imam.

Semua itu merupakan kesimpulan yang hanya berangkat dari kemampuan indera dan rasionalitas semata. Adapun nilai-nilai agama sama sekali ditanggalkan.

Sebab itu, menurut Imam, mindset yang benar sesuai dengan pandangan Islam mesti perlu ditanamkan sejak dini supaya generasi muda tidak terjangkit pola pikir bebas nilai. “Manusia adalah makhluk Allah dengan tujuan utama penciptaan, yakni menjadi hamba Allah dan Khalifah Allah,” tegas Imam.

Sementara itu, Letkol Inf  TNI Rois Nahruddin yang memoderatori acara itu menambahkan, mindset surga yang dibahas dalam buku tersebut perlu menjadi salah satu rujukan dalam mengarungi kehidupan terutama dalam perspektif akademis. "Buku ini sangat akademis, tapi enak dibaca. Di dalamnya juga banyak kisah bagaimana manusia mulia terdahulu berpikir,” ujarnya.

Ia menambahkan,  menariknya, buku ini merupakan buah pemikiran sang penulis, yang tampaknya memadukan antara literasi dengan pengalaman hidup sang penulis sendiri.

“Jadi, buku ini sangat baik menjadi bacaan bagi kita, terutama orangtua dalam mengubah mindset hidupnya menjadi mindset surga. Sehingga,  mampu menanamkan mindset surga ini di dalam putra-putri kita. Meskipun,  bagi ibu-ibu harus menyediakan waktu khusus untuk mencernanya, karena tidak bisa buku ini dibaca sambil masak," kata Rois yang disambut senyum lebar para hadirin.