Selasa , 26 September 2017, 14:03 WIB

Tengku Ryo Populerkan Songket di Amerika Lewat Biola

Red: Yudha Manggala P Putra
VOA Indonesia
Tengku Ryo
Tengku Ryo

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON, DC —  Maestro Biola Indonesia Tengku Ryo berhasil memikat warga internasional lewat penampilannya di ajang tahunan Couture Fashion Week di kota New York beberapa waktu lalu. Ini adalah penampilan solo Tengku Ryo yang kedua kalinya, setelah sebelumnya tampil di ajang yang sama pada tahun 2015.

Tidak hanya gesekan biolanya yang membuat penonton lokal maupun internasional yang hadir terpukau. Kostum berbahan kain songket Deli yang dikenakannya juga berhasil membuat mereka penasaran. “Ketika pertunjukkan di (New York) itu membawakan lagu yang saya buat sendiri, yang berjudul Zapin Songket Nusantara, karena dalam konteksnya sedang mempromokan juga kain songket tradisional melayu Indonesia di forum itulah,” kata Tengku Ryo kepada VOA baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Tengku Ryo juga menjelaskan mengenai bahan dan filosofi dari songket yang ia kenakan kepada para penonton dan model yang bertanya. “Salah satu penonton dari Perancis itu dia banyak bertanya. Baju yang saya pakai juga mereka mau beli,” ujar pria kelahiran Medan ini.

“Kita cuman cukup menjelaskan saja, kain ini berasal dari apa, bagaimana cara membuatnya, kemudian apa filosofinya,” tambahnya.

Tengku Ryo pun terdorong untuk lebih semangat lagi memperkenalkan kain songket di kancah internasional. 'Ini yang sedang kita bicarakan, karena peminatnya begitu banyak jadi kita akan upayakan untuk bisa juga mengirim desainer-desainer yang menggunakan bahan songket pada acara berikutnya ya," kata Tengku Ryo.

Selain songket, melalui musiknya, Tengku Ryo juga selalu berusaha memperkenalkan irama dan melodi melayu Indonesia yang terkadang masih terdengar asing di telinga warga internasional, sehingga membuat mereka bertanya-tanya.

“Yang coba saya tawarkan adalah memainkan musik apa pun, tapi dengan dialek atau pun dengan langgamnya melayu gitu, apakah itu membawakan lagu jazz atau apa gitu, tetapi cengkoknya atau intonasinya itu adalah intonasinya dari budaya kita,” kata Tengku Ryo.

Untuk ke depannya, Tengku Ryo akan terus berusaha mengeksplorasi kebudayaan Indonesia, khususnya melalui musik tradisional, sebagai salah satu produk yang bisa membantu memperkenalkan keunikan Indonesia. Tidak hanya di bidang pariwisata, menurut Tengku Ryo masih banyak hal yang luar biasa di Indonesia yang masih belum dieksplorasi untuk diperkenalkan ke warga internasional yang haus akan sesuatu yang baru.

“Ikut sertalah dalam pencanangan pemerintah itu, menyambut pasar global. Kalau kita punya komoditi seperti itu kan akhirnya nanti menjadi suatu sorotan juga bagi produk-produk yang lain,” ujar Tengku Ryo.

Sumber : VOA Indonesia