Senin , 25 September 2017, 07:10 WIB

Biografi Penyair Indonesia akan Diluncurkan pada HPI 2017

Red: Irwan Kelana
Dok HPI
Wapres Jusuf Kalla hadir di acara Hari Puisi Indonesia (HPI) 2016.
Wapres Jusuf Kalla hadir di acara Hari Puisi Indonesia (HPI) 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Perayaan hari puisi se-Indonesia dari Aceh hingga Papua menyemarakkan pelaksanaan Hari Puisi Indonesia yang ke-5 yang puncaknya akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1-4 Oktober 201.  “Pada tahun 2017 ini di samping Sayembara Buku Puisi, Parade Puisi, Malam Anugerah, Panggung Apresiasi, juga akan menerbitkan dan meluncurkan buku Biografi Penyair-Apa dan Siapa Penyair Indonesia,” kata Ketua Panitia Penyelenggara HPI 2017 Asrizal Nur di Jakarta pekan lalu.

Asrizal mengungkapkan, Tim Penyusun Buku Biografi Penyair-Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang bekerja  sejak Maret hingga 18 September  2017setidaknya telah menerima sekitar 1.000 biografi penyair seluruh Indonesia.

“Buku Biografi Penyair-Apa dan Siapa Penyair Indonesia ini nantinya akan diluncurkan pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, tanggal 4 Oktober 2017,” ujar Asrizal.

Selain meluncurkan buku babon itu, Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia akan diisi dengan pembacaan puisi oleh tiga penyair pilihan: Gonawan Mohammad (sedang dihubungi) Sutardji Calzoum Bachri, dan Abdul Hadi WM, kemudian para menteri pilihan, duta besar pilihan, dan diisi juga dengan Pidato Kebudayaan oleh Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. “Panitia pun saat ini sedang berusaha mengundang  Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo,” tutur Asrizal.

Ia menambahkan, Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia juga melaksanakan pemutaran video lima tahun perjalanan HPI dan Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah Sayembara Buku Hari Puisi Indonesia 2017.

Perayaan Hari Puisi Indonesia 2017 yang bertema “Harga Hidup Puisi Indonesia sebagai Perekat Kebinekaan dan Semangat Keindonesiaan” kali ini menggelar rentetan kegiatan dan acara. Acara dimulai dengan Sayembara Buku Hari Puisi Indonesia 2017 yang dibuka sejak 20 April hingga 20 September 2017. "Sayembara Buku Puisi sampai saat ini telah diikuti oleh 200 buku puisi yang telah sampai ke meja panitia," papar Asrizal.

Asrizal menjelaskan, Hari Puisi Indonesia (HPI) merupakan perayaan rutin tahunan berjalan sejak lima tahun silam. HPI dimulai dengan deklarasi HPI yang diprakarsai oleh penyair Rida K. Liamsi dan para inisiator lainnya pada 22 November 2012. Kemudian menghimpun para penyair Indonesia dari Aceh hingga Papua sebagai deklarator yang bersepakat mendeklarasikan HPI di Pekanbaru.

Deklarasi dibacakan oleh Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri yang didampingi 40 penyair se-Indonesia. Deklarasi tersebut, menetapkan bahwa Hari Puisi Indonesia jatuh pada hari lahirnya penyair Chairil Anwar, yaitu 26 Juli sebagai wujud penghormatan bangsa ini kepada penyair yang telah mengangkat nama Indonesia.

Setelah deklarasi, Perayaan HPI digelar untuk pertama kalinya tahun 2013, bertajuk Pekan Hari PuisiIndonesia, pada tanggal 25-29 Juli 2013 di Taman Ismail Marzuki. Hari puisi pertama ini diselenggarakan oleh Yayasan Panggung Melayu dengan acara antara lain: Sayembara Buku Piala Indopos, Lomba Baca Puisi Piala Yayasan Sagang, Sayembara Kritis Sastra kerjasama dengan Komunitas Sastra Indonesia, Hibah 1.000 Buku Sastra untuk 10 taman baca masyarakat se-Indonesia, Pidato Kebudayaan untuk pertama kalinya oleh Presiden Penyair Indonesia, Pembacaan Puisi oleh 10 penyair terkemuka dan Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia 2013.
 
Selanjutnya, secara berturut-turut HPI diselenggarakan setiap tahunnya dengan semarak dan mendapat pengakuan dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Wakil Presiden RI, Jusuf kalla pada perayaan HPI yang ke-4 tahun 2016.

TAG

Berita Terkait