Senin , 17 Juli 2017, 02:40 WIB

Hindari Perilaku Bullying dengan Kecerdasan Emosional

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari
Foto : MgRol_92
Ilustrasi Stop Bullying
Ilustrasi Stop Bullying

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orangtua pasti ingin menjadi yang terbaik bagi anak-anaknya. Menginginkan agar di kecil dapat berbagi cerita kepada orangtuanya.

Hingga pada akhirnya orangtua bisa memposisikan dirinya dan bisa menjadi sahabat terbaik bagi anak. Agar si kecil dapat nyaman dalam berhubungan dengan orangtua.

Langkah ini dinilai penting untuk para orangtua dalam tumbuh kembang anak. Sekaligus terhindar dari perilaku bullying kepada anak.

"Anak berkebutuhan khusus membutuhkan 'best buddy', lebih bagus kalau bisa 'peer buddy'," ujar Psikolog Keluarga, Kassandra Putranto kepada Republika.co.id di Jakarta.

Menurutnya, dengan menjadi sahabat terbaik bagi anak sejak kecil dapat maka si anak memiliki kematangan pribadi, kecerdasan sosial emosional serta nilai-nilai budi pekerti. Tak lain tujuan dari semua itu adalah supaya anak dapat dengan nyaman mengkomunikasikan apa yang menjadi kebutuhan. Semisal, orangtua bisa menjadi sahabat anak hanya ketika anak bermain, atau dalam kegiatan yang menyenangkan lainnya. Atau ketika anak sedang bercerita atau berbagi dengan orangtua.

Sedangkan pada kondisi lain, orangtua harus tetap dalam memegang perannya sebagai pemberi informasi anak, tidak sejajar dengan anak. Selain itu, orangtua sebagai sahabat anak bukan berarti harus mengikuti semua kemauan anak. Ayah dan ibu tetap punya hak untuk membuat keputusan jika memang apa yang dimau anak kurang baik.

Namun tentu cara penyampaiannya harus dengan baik. Orangtua bisa menggunakan kekuatan terhadap anak, namun bukan dalam bentuk kekerasan atau memarahi. Melainkan memberi penjelasan pada anak dengan baik. Dengan begitu, tentu anak akan paham maksud dari orangtuanya.