Sabtu , 20 May 2017, 11:55 WIB

Afin Gelar Show Tunggal Busana Muslim Ala Minang

Rep: Novita Intan/ Red: Winda Destiana Putri
Republika/Novita Intan
Afin Gelar Show Tunggal Busana Muslim Ala Minang di Jakarta.
Afin Gelar Show Tunggal Busana Muslim Ala Minang di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Dalam rangka menyambut kedatangan bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri 1438 H, perancang busana Muslim yang akrab disapa Afin, menggelar show tunggal dengan tema 'Rantak Padusi'. Pemilik nama lengkap RR Afin Erna Afiati itu, menampilkan koleksi terbaru busana-busana muslim siap pakai, baik untuk para wanita maupun pria.

Menurut Afin, tema 'Rantak Padusi' yang ia usung mengandung makna gerakan para wanita. "Rantak berasal dari bahasa Minang yang artinya gerakan dan Padusi berarti wanita," ujarnya di Jakarta kemarin.

Afin ingin menegaskan bahwa selain memiliki sisi lembut, para wanita juga mempunyai sisi yang maskulin. Tema inilah yang kemudian ia aplikasikan dalam seluruh rancangan terbarunya.

Sekitar dua puluh busana Muslim yang Afin tampilkan dalam pagelaran tunggalnya kali ini, dengan label Bovin by Afin. Ia membagi shownya dalam tiga sekuen berdasarkan penggunaan warna yang terdiri dari putih, off-white, hitam dan merah.

Fashion show dibuka oleh busana-busana Muslim dengan warna-warna putih dan off-white. Afin melukiskan, warna putih dan off-white sebagai lambang untuk kembali menjadi suci pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Afin memberikan sentuhan feminim pada koleksi ini dengan mengaplikasikan lace (renda brokat) pada bagian dada dan belakang.

Ia juga mempercantik koleksinya dengan menambahkan border, payet dan manik-manik. Untuk memberikan kesan maskulin sesuai tema yang ia angkat, Afin memasukan detil berupa kancing-kancing berwarna perak pada bagian pergelangan tangan. "Ini mencerminkan kekuatan seorang wanita," ujarnya.

Yang unik, Afin memilih menggunakan bahan katun king koil pada koleksi warna putih dan off-white ini. King koil selama ini hanya banyak dikenal sebagai bahan untuk membuat seprei.

"Yang membuat saya tertarik, selain nyaman sekali dipakai, bahan katun king koil juga kaya akan ornamen. Biasanya bahan ini hanya identik dengan polos, namun ternyata bila diteliti terdapat ornamen-ornamen seperti bunga timbul. Itu mencerminkan kewanitaan sekali," imbuhnya.

Pada sekuen kedua pagelaran tunggal ini, Afin menampilkan koleksi busana muslim yang didominasi warna hitam. Ia juga menggunakan bordir, payet, manik-manik dan kancing di koleksi ini.

"Dalam setiap rancangan, saya selalu mengeluarkan warna hitam. Menurut saya hitam adalah warna yang abadi, kuat, berkarakter dan biasanya identik untuk wanita matang," ungkapnya.

Warna hitam juga yang Afin pilih untuk menampilkan beberapa koleksi busana muslim bagi kaum pria baik dewasa maupun remaja. Ia menggunakan bahan katun, dan memberi kesan metroseksual pada koleksi busana muslim pria ini.

Warna merah hadir dalam sekuen terakhir peragaan busana tunggal Afin. Ia menggunakan bahan katun jaguard yang dikombinasikan dengan pemakaian renda brokat, bordir, payet, manik-manik dan kancing. Menjadi lebih spesial lantaran Afin memasukan gaya etnik. Ia memadukan rancangannya ini dengan mengaplikasikan kain-kain tradisional Indonesia seperti batik, songket dan tenun. "Inspirasinya saya ambil dari keanekaragaman heritage Indonesia," ungkapnya.

Afin berujar, busana hasil rancangannya bukan hanya cocok dipakai oleh wanita Muslim yang dalam kehidupan sehari-hari selalu berhijab. Bagi para wanita yang masih dalam tahap belajar untuk menggunakan hijab, busana hasil rancangannya juga tepat menjadi pilihan mereka.

Pada kesempatan yang sama, Afin juga merilis single religi berjudul Ku Ingin Surgamu. Lagu yang diciptakan oleh Afin sendiri ini bercerita tentang seseorang yang ingin bertobat dan mendambakan syurga dari Allah SWT.

"Inspirasinya berasal dari pengalaman pribadi. Saya merasa malu pada diri sendiri, karena Allah sudah memberi begitu banyak nikmat dalam hidup saya. Sebagai wujud rasa syukur saya ingin lebih bersyukur dan mendekatkan diri pada Allah SWT," ujarnya.