Jumat , 17 Februari 2017, 14:05 WIB

Piloxing, Pilihan Olahraga Paket Lengkap untuk Perempuan

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Indira Rezkisari
ist
Olahraga piloxing.
Olahraga piloxing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Olahraga sudah menjadi gaya hidup bagi sebagaian orang, tak terkecuali perempuan. Beragam pilihan yang ada membuat sebagian perempuan lebih memilih olahraga yang menyenangkan namun juga bisa mengambil sisi positif dari kegiatan itu sendiri yaitu sehat.

Zumba biasanya menjadi pilihan, kombinasi tari dengan musik yang menyenangkan bisa membuat olahraga lebih semangat terutama untuk sebagian perempuan. Studio olahraga Lilou Space yang berada di Depok kini menghadirkan pilihan baru bagi perempuan yang ingin melakukan olahraga, tak hanya sekedar menyenangkan namun bisa sehat dengan banyak manfaat.

Piloxing olahraga yang dicetuskan oleh Viveca Jensen menjadi pilihan baru di studio tersebut. Pelatih Piloxing Lilou Sport, Istyani Taufik mengungkapkan olahraga yang muncul di Indonesia sejak tiga tahun lalu itu merupakan gabungan dari boxing, pilates, dan dancing atau bertinju, pilates, serta menari sehingga menjadi paket lengkap.

"Piloxing itu paket lengkap karena nggak hanya kardio yang cepat turunkan berat badan tapi sekaligus membentuk tubuh," kata Istyani kepada Republika.co.id. Tak hanya itu, Istyani yang memperoleh sertifikat sebagai pelatih Piloxing SSP sejak 2015 itu mengungkapkan, gerakan boxing dan pilates yang dipadukan dengan dancing bisa memberikan keuntungan lain selain menurunkan berat badan.

Kombinasi gerakan tersebut membuat seseorang yang melakukan piloxing bisa menguatkan lutut dan mengencangkan otot. Selain itu, gerakan pilates juga bisa mengaktifkan seluruh syaraf yang ada di seluruh tubuh dan melatih keseimbangan. Sebagai bagian untuk menyegarkan, saat gerakan menari bisa menjadi pelengkap yang juga menyenangkan seperti zumba.

Manfaat tersebut tidak bisa didapatkan dari olahraga jenis lain. "Ada opsional juga ya pakai sarung tangan yang ada bebannya, itu bisa cepat membentuk tangan lebih kurus," ujar Istyani. Ada dua pilihan beban untuk sarung tangan piloxing yaitu 0,5 dan 0,25 kilogram.

Jika dibandingkan dengan zumba, memang ada kelebihan masing-masing. Hanya saja, selama melakukan piloxing menuntut untuk fokus kepada bagian perut, dimana hal itu tidak didapatkan pada olahraga zumba.

"Bagian perut itu sangat berdampak sama otot jadi manfaatnya lebih banyak. Sementara zumba tidak ada gerakan yang mengharuskan kita bagaimana harus seimbang," ujar Istyani. Bagaimana mengontrol perut juga sangat berpengaruh untuk seseorang yang melakukan piloxing yakni berhasil melakukan gerakan keseimbangan.

Piloxing juga ada tiga jenis, SSP merupakan yang paling awal. Selanjutnya knockout menjadi jenis yang paling berat tantangannya karena berhubungan dengan aktifitas fisik. Lalu yang terakhir yaitu piloxing barre dengan kombinasi gerakan balet.

Pendiri Lilou Space, Farhata Atqiya dan Atikah Hanan sengaja memilih piloxing untuk pilihan para perempuan melakukan olahraga. "Di Depok masih jarang ini yang pertama, peminatnya juga sudah mulai banyak jadi sengaja kami adakan kelas ini," tutur Farhata.

Sementara Atikah menuturkan Lilou Space memang sengaja dibuat untuk khusus perempuan terutama memudahkan untuk Muslimah. "Biasanya yang pakai jilbab kan nggak nyaman olahraga di luar makanya kita buat studio ini," kata Atikah. Dia juga berharap piloxing bisa menjadi alternatif lain selain zumba dan yoga yang memang mulai banyak digemari perempuan.