Friday, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Friday, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Industri Wisata Sambut Penetapan Rinjani Jadi Geopark Dunia

Senin 16 April 2018 17:40 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Yudha Manggala P Putra

Menikmati  Gunung Rinjani dari Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok.   (Republika/ Wihdan Hidayat)

Menikmati Gunung Rinjani dari Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok. (Republika/ Wihdan Hidayat)

Foto: Republika/ Wihdan
Status geopar dunia memiliki nilai jual tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Penetapan Gunung Rinjani sebagai geopark dunia oleh Unesco disambut positif para pelaku industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faesal mengatakan, Rinjani pantas menyandang geopark dunia karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

"Rinjani punya nilai sejarah yang sangat tinggi. Rinjani juga simbol peradaban Lombok yang sangat panjang. Kini Rinjani menjadi geopark dunia sangat tepat karena sejarah mencatat Rinjani adalah fenomena alam yang punya daya tarik luar biasa," ujar Hadi kepada Republika di Mataram, NTB, Senin (16/4).

Dari segi kepariwisataan, lanjut Hadi, penetapan Rinjani sebagai geopark dunia juga akan memiliki dampak positif karena akan membuat Rinjani dan Lombok semakin dikenal oleh masyarakat internasional.

Hadi meyakini, penetapan Rinjani sebagai geopark dunia akan mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Lombok."Pastilah okupansi akan meningkat, restoran akan kebanjiran tamu karena status sebagai geopark dunia memiliki nilai jual yang tinggi," ucap Hadi.

Kata Hadi, penetapan Rinjani sebagai geopark dunia akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok, dan NTB pada umumnya. Hadi menilai, hal ini menjadi salah satu upaya bagi NTB mencapai 4 juta wisatawan pada 2018.

"Saya yakin Lombok akan terus menjadi penyumbang wisatawan untuk memenuhi target nasional," kata Hadi.

Hadi menambahkan, status Rinjani sebagai geopark dunia juga akan membuka mata para investor untuk ikut mengembangkan kawasan pariwisata, dengan membangun hotel dan restoran. Tak seperti di destinasi lain yang ada di Lombok seperti kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Pantai Senggigi, atau Kota Mataram, yang memiliki fasilitas hotel berbintang tiga ke atas, industri perhotelan terutama yang berbintang tiga ke atas di kawasan wisata yang ada di Gunung Rinjani masih cukup minim.

"Oleh karena itu, investor hotel berbintang tiga ke atas harus melirik potensi ini," kata Hadi menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES