Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Mangrove Jenggalu Jadi Andalan Taman Wisata Badrika

Kamis 15 February 2018 01:07 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Hutan Mangrove (ilustrasi)

Hutan Mangrove (ilustrasi)

Foto: Antara
Pengunjung tidak dipungut biaya masuk.

REPUBLIKA.CO.ID,  BENGKULU -- Ekosistem mangrove di Muara Sungai Jenggalu, Kota Bengkulu menjadi andalan pengelola wahana wisata alam Taman Wisata Mangrove Badrika untuk menarik pengunjung.

"Mangrove di Muara Jenggalu ini menjadi daya tarik utama untuk menggaet pengunjung," kata Manajer Taman Wisata Mangrove Badrika, Leo Fadli Bakti di Bengkulu, Rabu (14/2).

Saat peluncuran wahana wisata alam itu, Leo mengatakan lokasi itu juga menjadi salah satu titik terbaik untuk menikmati matahari terbenam di laut Bengkulu.

Selain suasana alam yang masih asri, pondok dan ruang terbuka di wahana itu juga didesain mengikuti alur ekosistem mangrove Muara Sungai Jenggalu.

Menurut Leo, ada suasana yang berbeda di Taman Badrika bila dibandingkan dengan sejumlah objek wisata yang menawarkan ekosistem mangrove sebagai daya tarik. "Kami tidak hanya menyajikan keindahan alam tapi juga menyiapkan beberapa kuliner khas Bengkulu," kata dia.

Untuk masuk ke lokasi itu, pengunjung tidak dipungut biaya, namun pengelola mengharapkan tarif yang dibayar pengunjung yang memesan makanan menjadi pemasukan pengelola.

Leo menambahkan, pengelola juga akan melestarikan habitat mangrove yang sudah ada dan siap menghijaukan kawasan sekitarnya dengan mangrove.

Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu, Riki Rahmansyah mengatakan wisata alam yang menawarkan ekosistem mangrove sebagai andalan guna menarik pengunjung seyogyanya semakin memasyarakatkan fungsi penting ekosistem mangrove.

"Wisata mangrove di Bengkulu sepertinya terinspirasi dari daerah lain. Kami melihat perlu dikembangkan ke arah wisata edukasi," kata Riki.

Sebab, kata Riki mangrove memiliki fungsi strategis secara ekologi dan ekonomi yaitu tempat memijah biota laut, terutama udang, kepiting dan kerang yang bernilai ekonomis bagi nelayan.

Sedangkan secara ekologi, mangrove berperan menjadi sabuk hijau pesisir dan menahan gelombang tinggi serta menyerap emisi karbon.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES