Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Tour de Bintan Jadi Perhatian Internasional

Jumat 19 January 2018 12:28 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Tour de Singkarak (TdS) 2017.

Tour de Singkarak (TdS) 2017.

Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ajang ini satu-satunya yang diakui Organisasi Pesepeda Internasional.

REPUBLIKA.CO.ID,  BINTAN, KEPRI -- Tour de Bintan menjadi perhatian masyarakat internasional sehingga mengangkat citra pariwisata Indonesia. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira.

"Organisasi Pesepeda Internasional mengakui lintasan dalam Tour de Bintan dalam kategori Gran Fondo terbaik di Indonesia," ujar Luki di Bintan, Jumat (19/1).

Luki mengemukakan Tour de Bintan satu-satunya kegiatan pariwisata bernuansa olahraga sepeda di Indonesia yang diakui Organisasi Pesepeda Internasional. Kondisi itu membuktikan kegiatan pariwisata tersebut tidak hanya menarik perhatian pesepeda nasional, melainkan juga internasional.

Pemerintah pusat, terutama Kementerian Pariwisata juga memberi perhatian khusus pada Tour de Bintan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan citra pariwisata di Bintan dan Kepri, melainkan juga Indonesia.

Tour de Bintan 2018 diselenggarakan pada 23-25 Maret 2018. Jumlah pendaftar hingga pertengahan Januari 2018 mencapai 1.100 orang. Mereka berasal dari berbagai negara. "Pesepeda berasal dari 43 negara," ujarnya.

Luki mengatakan prestasi yang diperoleh dalam menyelenggarakan Tour de Bintan tidak membuat Pemkab Bintan puas. Kegiatan tersebut akan ditingkatkan agar semakin menarik perhatian masyarakat internasional.

Salah satu upaya menambah daya tarik Tour de Bintan yakni menambah jalur lintasan pesepeda. Peserta Tour de Bintan tahun 2018 akan melewati jalur lintasan baru di Jalan Raya Kijang, Kecamatan Bintan Timur. "Ini akan menambah panjang jalur lintasan pesepeda," tuturnya.

Luki mengatakan dampak positif menambah jalur lintasan pesepeda yakni memperkenalkan Kijang sebagai kawasan yang tidak kalah menariknya dibanding Lagoi dan kawasan wisata lainnya. Kijang memiliki gedung-gedung unik seperti Gedung Tanjak dan masjid yang indah. "Jalan di Kijang juga cukup baik menjadi jalur lintasan pesepeda," katanya.

Luki mengatakan Tour de Bintan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisman, melainkan menumbuhkan sektor lainnya, seperti ekonomi kerakyatan, hotel, restoran dan transportasi. Semakin lama wisman tinggal di Bintan akan semakin menguntungkan masyarakat, pengusaha dan pemerintah daerah. "Pariwisata di Bintan merupakan sektor unggulan," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA