Jumat , 12 January 2018, 09:30 WIB

Tujuh Juta Wisatawan Kunjungi Kabupaten Malang

Red: Yudha Manggala P Putra
ANTARA/Muhammad Iqbal
Wisata Gunung Bromo yang berada di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.
Wisata Gunung Bromo yang berada di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sedikitnya tujuh juta wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata, seperti pantai dan candi yang ada di wilayah Kabupaten Malang selama kurun waktu 2017.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara di Malang, Jumat (12/1), mengemukakan pada 2016, arus kunjungan wisata di Kabupaten Malang mencapai lebih dari enam juta wisatawan dan pada 2017 ditargetkan menjadi 6,4 juta wisatawan.

"Target kenaikan arus kunjungan wisata menjadi 6,4 juta itu kami perkirakan sudah surplus, bahkan melebihi target hingga 10 persen. Kalau dikalkulasi ya lebih dari tujuh juta wisatawan," ujarnya.

Menurut Made, ada sejumlah faktor yang mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke daerah itu, di antaranya inovasi dan berbagai agenda baru yang bersentuhan dengan pariwisata.

Apalagi, katanya, saat menjelang akhir 2017, banyak kegiatan wisata digelar sebagai rangkaian HUT Kabupaten Malang. Sejumlah kegiatan wisata yang dikemas dalam "Malang Beach Festival" dan mampu mendongkrak kunjungan wisata hingga perekonomian warga sekitar itu, antara lain surfing dan diving di Pantai Ungapan, balap sepeda, pemecahan rekor tari Bapang (Topeng Malangan).

Semua kegiatan tersebut dipusatkan di beberapa pantai yang ada di sepanjang wilayah selatan Kabupaten Malang, seperti Pantai Batu Bengkung, Pantai Ungapan, Pangai Ngudel, Pantai Balekambang, Kondangmerak, hingga Pantai Sendangbiru. "Sejumlah event yang kami gelar menjelang akhir tahun sebagai rangkaian dari HUT Kabupaten Malang ini cukup efektif mendongkrak arus kunjungan wisatawan, khususnya di kawasan pantai," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Malang Rendra Kresna mengatakan pihaknya akan menggelar berbagai agenda yang dipusatkan di kawasan pantai, bahkan agenda Malang Beach Festival bakal dilangsungkan hingga 2020.

Namun demikian, pihaknya tidak hanya "memanjakan" destinasi wisata pantai semata, sebab banyak loaksi lainnya di Kabupaten Malang yang dikunjungi dan menjadi tujuan wisata, seperti Candi Jago, Singosari dan Candi Tumpang.

Selain itu, museum benda-benda purbakala di Singosari serta destnasi wisata buatan, seperti Pemandian Wendit, Dewi Sri, dan sejumlah sumber air.

"Banyak sekali potensi wisata yang bisa dikembangkan dengan optimal, teramsuk wisata sejarah adat istiadat, keindahan panorama pegunungan di sepanjang jalur menuju Gunung Bromo atau Semeru di Poncokusumo. Selama ini memang masih pantai yang cukup dominan," ujarnya.

Hanya saja, potensi wisata pantai yang cukup elok di kawasan Pantai Selatan Malang itu tiket masuknya masih cukup mahal karena Pemkab Malang dan Perhutani mengeluarkan tiket sendiri, masing-masing Rp 7.500 per orang, sehingga per orang dikenakan Rp 15 ribu dan membayar parkir kendaraan Rp 10 ribu.

"Sayang sekali tiketnya masih tergolong mahal dengan fasilitas dan kondisi yang apa adanya begini. Belum lagi tempat ganti yang kurang representatif, bahkan airnya pun mampet, padahal kita sudah telanjur masuk," kata salah seorang pengunjung Pantai Balekambang asal Kota Batu, Indira.

Sumber : Antara