Kamis , 11 January 2018, 11:44 WIB

Pulau Cinta Pikat Wisatawan Kunjungi Karimun

Red: Yudha Manggala P Putra
Wisatawan berjalan di jembatan sekitar hotel yang dibangun di pulau Cinta, Boalemo, Gorontalo, Sabtu (30/1).   (Antara/Wahyu Putro)
Wisatawan berjalan di jembatan sekitar hotel yang dibangun di pulau Cinta, Boalemo, Gorontalo, Sabtu (30/1). (Antara/Wahyu Putro)

REPUBLIKA.CO.ID, KARIMUN, KEPRI -- Sejumlah destinasi wisata baru yang dikembangkan masyarakat dan swasta, salah satunya Pantai Lubuk, atau yang dikenal dengan Pulau Cinta diharapkan dapat memikat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Kepala Seksi Atraksi Promosi Kerjasama Pariwisata Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Karimun, di Tanjung Balai Karimun, Kamis (11/1) mengatakan, destinasi wisata seperti Pulau Cinta sedang menjadi buruan para traveler atau pelancong. "Sangat tepat sekali pulau cinta ini dibuat, selain pengunjung lokal, Pulau Cinta ini juga berpotensi menjadi perangsang wisatawan lainnya," kata Benny.

Objek wisata Pantai Lubuk di Pulau Kundur, atau yang diberi nama "Pulau Cinta" dapat memanjakan para wisatawan dengan panorama alam yang mempesona.

Benny mengatakan, selain Pulau Cinta yang berada di Kecamatan Kundur tersebut, wahana wisata serupa juga ada di kawasan Bukit Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, para pengunjung dapat menikmati panorama alam di atas ketinggian bukit dan mampu melihat seluruh sudut Pulau Kundur tersebut.

"Di atas bukit juga disiapkan tempat-tempat khusus untuk berfoto, bersantai-santai dan lain sebagainya," katanya.

Menurutnya, hal ini lah yang dimaksudnya dengan masyarakat sadar wisata, dimana perorangan atau kelompok dari masyarakat mampu menciptakan peluang wisata yang berpotensi ekonomi dalam meraih peluang-peluang usaha dalam bidang pariwisata.

"Masih banyak lagi cara-cara lain jika kita ingin melihat peluang ini, ya salah satunya menciptakan destinasi wisata," katanya.

Salah satu peluang terkecil dalam merebut peluang ekonomi wisata tersebut katanya lagi ialah dengan bersikap ramah dan santun, dimana sikap ini menunjukkan budi pekerti masyarakat itu sendiri sehingga para wisatawan merasa nyaman dan betah berada di Karimun.

"Dengan begitu peluang-peluang lainnya akan datang dengan sendirinya. Contohnya saja di Bali, nah Lagoi Bintan sudah menerapkan seperti itu dan telah menunjukkan tingkat keberhasilannya," katanya.

Pada dasarnya capaian kunjungan wisatawan asing ke Karimun mencapai 90.000 jiwa pada tahun 2017 lalu. Dia berharap dengan adanya destinasi wisata baru yang berkonsep kekinian tersebut dapat menyerap wisata asing. "Kabarnya juga wisatawan asing sudah banyak yang ke sana," katanya.

Sumber : Antara