Kamis , 11 January 2018, 10:35 WIB

Perempuan di Atas 25 Tahun Bisa Ajukan Visa Sendiri

Rep: Lida Puspanigtyas/ Red: Winda Destiana Putri
ABCNews
Visa
Visa

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Perempuan berusia lebih dari 25 tahun kini diizinkan mendapat visa wisatawan Saudi Arabia sendirian. Sebelumnya, visa turis tidak bisa diperoleh tanpa mahram.

Dilansir Arab News, Rabu (10/1), seorang juru bicara Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi (SCTH) mengatakan perempuan di bawah 25 tahun masi harus didampingi oleh anggota keluarga.
 
Direktur Jenderal Departemen Perizinan SCTH, Omar Al-Mubarak mengatakan visa turis akan menjadi visa single-entry dan berlaku maksimal 30 hari. Visa ini otomatis ditambahkan pada mereka yang sudah berada di Saudi.
 
Visa tersebut juga tidak tergantung pada visa pekerjaan, kunjungan, visa haji dan umrah. SCTH baru-baru ini mengumumkan bahwa penerbitan visa pariwisata akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2018. Termasuk visa terkait umrah.
 
"Peraturan eksekutif untuk visa turis telah selesai. Departemen TI SCTH saat ini sedang membangun sistem elektronik untuk penerbitan visa turis, berkoordinasi dengan perwakilan dari Pusat Informasi Nasional dan Kementerian Luar Negeri," kata Al-Mubarak kepada Arab News.
 
Visa ini telah lolos uji masa percobaan dalam menerapkan sistem visa turis antara tahun 2008 dan 2010. Lebih dari 32 ribu wisatawan mengunjungi Saudi. Prosedur visa mereka difasilitasi oleh sejumlah operator tur yang dilisensi oleh SCTH.
 
Ada Tourism Visa Initiative yang bertujuan menghidupkan kembali sistem visa turis yang memungkinkan pengunjung untuk menemukan destinasi baru di Kerajaan. Selain itu, untuk meningkatkan sektor pariwisata dan mengembangkan layanan juga fasilitas pariwisata dan warisan budaya di Saudi.
 
Kebijakan juga bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga domestik. Selain itu, mengurangi citra pariwisata musiman dengan basis religius selama masa umrah dan haji.
 
Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Transformasi Nasional 2020. Ia berada dalam kerangka upaya komisi untuk mewujudkan Visi 2030 yang memberikan banyak perhatian pada industri pariwisata.