Rabu , 15 November 2017, 12:11 WIB

Lombok Siap Gelar Hijab Run pada Akhir Tahun

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/ Wihdan Hidayat
Komunitas Indorunner menggunakan hijab di GOR Sumantri Brodjonegoro, Jakarta, Sabtu (8/10).
Komunitas Indorunner menggunakan hijab di GOR Sumantri Brodjonegoro, Jakarta, Sabtu (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Bagi yang berencana datang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir tahun, jangan lewatkan ajang Hijab Run 2017. Mengambil lokasi di Kawasan Kota Tua Ampenan, Mataram, ajang marathon lari dengan mengenakan hijab akan diselenggarakan pada 10 Desember mendatang.

Ajang yang baru pertama kali digagas Dinas Pariwisata NTB ini merupakan sebuah atraksi wisata olahraga (sport tourism) terbaru dari Pulau Lombok.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal menargetkan peserta Hijab Run 2017 mencapai 10 ribu peserta, dengan kata lain akan memecahkan rekor MURI yang sebelumnya dipegang Kota Padang dengan 7.500 peserta. "Hijab Run 2017 akan dijadikan salah satu ikon sport tourism di NTB yang sudah identik dengan destinasi wisata halal," ujar Faozal di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Rabu (15/11).

Ke depannya, Hijab Run juga akan menjadi kalender tahunan promosikan pariwisata di NTB sebagai destinasi wisata halal. Yang menarik, para peserta Hujan Run 2017 akan menempuh jarak sepanjang 3 Km dan melintasi sedikitnya sepuluh perkampungan di Kota Tua Ampenan, yang merupakan kawasan bersejarah dengan bangunan-bangunan tua peninggalan zaman dahulu. Kota Tua Ampenan juga memiliki keunikan dari keragaman penduduk yang didiami suku Sasak, Banjar, keturunan Arab, serta Cina yang hidup rukun dan harmonis.

Faozal menambahkan, para peserta juga akan membawa kantong-kantong plastik untuk memungut sampah di sepanjang jalur lintasan. Faozal mengajak seluruh hijabers, baik warga NTB maupun wisatawan untuk ikut serta memeriahkan acara ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB Husnanindiaty Nurdin optimistis angka 10 ribu peserta mampu terwujud. Pasalnya, ajang ini melibatkan komunitas hijab di sejumlah daerah di NTB, unsur kelompok dan organisasi wanita, dan perwakilan Pemda dan juga perwakilan pelajar dan mahasiswa dari 10 Kota/Kabupaten di NTB.

"Animo keterlibatan peserta sudah sangat banyak dari daerah juga. Saya pikir 10 ribu peserta mungkin bisa lebih," kata Husnanindiaty.