Selasa , 14 November 2017, 07:43 WIB

Karya Yayoi Kusama Jadi Primadona Museum MACAN

Rep: MGROL 99/ Red: Indira Rezkisari
MGROL 99
Antrean pengunjung di Museum MACAN saat hendak masuk instalasi seni karya Yayoi Kusama, Ahad (12/11).
Antrean pengunjung di Museum MACAN saat hendak masuk instalasi seni karya Yayoi Kusama, Ahad (12/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Museum MACAM menjadi salah satu lokasi wisata baru di Ibu Kota. Uniknya museum ini menawarkan sesuatu yang jarang bagi publik, yakni koleksi seni modern dan kontemporer.

Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara atau Museum MACAN yang terletak di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini dikhususkan bagi pecinta seni. Saat pertama kali masuk ke sana, pengunjung langsung bisa melihat ruang seni anak atau Floating Garden karya Entang Wiharso.

Berjalan kearah pembelian tiket masuk, Anda langsung disuguhkan antrean panjang para pengunjung untuk dapat masuk ke dalam museum. Setelah mendapatkan tiket, baru pengunjung bisa masuk dalam area museum, setelah sebelumnya tiket dipindai alat.

Ada yang menarik saat berkunjung ke museum ini, Anda akan kebingungan dengan panjangnya antrean tepat di depan pintu masuk utama. Antrean yang mengular hingga enam meter ini adalah antrean pengunjung yang ingin masuk dalam kotak putih berukuran sekitar 287,4 kali 415 kali 415 centimeter.

Apa yang ada dalam kotak putih tersebut? Dari luar hanya terlihat antrean panjang untuk menunggu masuk dalam kotak putih, kotak putih itu rupanya adalah Infinity Mirrored Room–Brilliance of the Souls (2014) atau ruang cermin tak terhingga–kecemerlangan jiwa.

Dalam ruang karya ini Yayoi Kusama, sang pencipta karya menghadirkan paduan cermin, panel kayu, LED, panel akrilik dan air. Semua dipadu menghadilkan karya yang indah. Saat berada di dalam ruang tersebut, Anda akan merasa mengambang berada di hamparan ribuan lampu warna warni.

Cerita di balik karyanya, ternyata sejak kecil, sang seniman  Yayoi Kusama,  menderita ‘rijinsho’ sebuah gangguan mental yang membuat penglihatannya dipenuhi selubung dan halusinasi, yang tercermin dalam karya-karyanya melalui hamparan dan selubung titik. Dalam khazanah kekaryaan Kusama, pengulangan titik tidak hanya terkait dengan perasaannya yang terdalam, melainkan juga gagasannya yang lain yakni ketidakterhinggaan dan kemusnahan.

Keduanya dapat dialami ketika berada di dalam Infinity Mirrored Room. Dalam ruangan remang ini terpasang bola-bola lampu yang warna dan intensitasnya selalu berubah. Cahaya lampu tersebut dipantulkan pada tiap sisi ruangan dan berulang tak terhingga sampai hilang dari pandangan. Di dalam Infinity Mirrored Room – Brilliance of the Souls terdapat hubungan antara bentuk dan ruang menganalogikan batin dan dunia luar seolah melebur menjadi satu.

Untuk merasakan paduan batin dan dunia luar yang melebur dalam karya Kusama ini tak sedikit pengunjung yang rela mengantri selama berjam-jam. Salah satunya adalah Winda Dwi Octavia, wanita asal Kali Bata ini mengaku antre selama satu jam untuk dapat masuk dalam Infinity Mirrored Room tersebut.

“Ke Museum MACAN ini baru pertama kali, terus langsung penasaran sama Infinity Mirrored Room. Sebenarnya tidak menyangka antreannya akan sepanjang ini, tapi setelah masuk ke dalam dan berfoto rasanya sih senang, tapi tidak puas karya hanya diberi waktu 20 detik saja,” ujarnya.

Anda tertarik untuk menikmati karya Yayoi Kusama ini? Langsung datang saja ke Museum MACAN di AKR Tower, Jalan Panjang Nomor 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tiket museum yang buka setiap hari kecuali hari Senin dan hari libur nasional dari jam 10.00 WIB hingga 19.00 WIB ini dihargai Rp 50 ribu untuk orang dewasa, Rp 40 ribu untuk lansia dan pelajar, dan Rp 30 ribu untuk anak-anak.