Senin , 25 September 2017, 22:38 WIB

Kejar 20 Juta Wisatawan, Layanan Helikopter Bisa Jadi Solusi

Red: Karta Raharja Ucu
Antara/Reno Esnir
Sebuah helikopter melintasi gedung apartemen di Jakarta.  (ilustrasi)
Sebuah helikopter melintasi gedung apartemen di Jakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus menggenjot pembangunan nasional di sektor pariwisata. Itu sebabnya pemerintah menggandeng berbagai pihak untuk mewujudkan target 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019. PT Whitesky Aviation melalui Helicity mengambil peran untuk mewujudkan target nasional itu.

“Kami mendukung dan memiliki Helicity yang sejalan dengan pengembangan pariwisata di Indonesia,” kata CEO Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/9).

Denon menuturkan, sebagai perusahaan operator helikopter, pihaknya memiliki kesamaan pandangan dengan Kementerian Pariwisata untuk memajukan sektor pariwisata Indonesia. Melalui Helicity, pihaknya sangat tertarik mempromosikan pariwisata Indonesia.

Itu terbukti dari berbagai program yang selama ini telah dijalankan Whitesky melalui Helicity. Semisal, menyediakan layanan perjalanan Jakarta-Bandung dan sebaliknya. Helicity, kata dia, juga melayani penjemputan sebelum dan sesudah pemberangkatan sehingga masyarakat tidak perlu lagi risau dengan masalah tersebut.

Tak hanya itu, Denon menjelaskan, Helicity juga telah melayani keliling helikopter di Kepulauan Seribu dan sekitarnya. Perusahaan ini juga telah “mengepakkan” sayap ke Pulau Bintan untuk menyokong sektor pariwisata daerah itu bersama dengan Bintan Aviation Investment. Kerja sama yang tentu saja akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Pulaun Bintan yang dikenal eksotis itu.

“Kita juga hadir untuk menyokong pariwisata di Bintan. Apalagi Pulau Bintan dan Batam diharapkan mampu menarik empat juta wisatawan asing atau sekitar 20 persen dari target nasional,” kata Denon menambahkan.

Menurut Denon, peran helikopter menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia. Terlebih keterlibatan helikopter bisa menjadi salah satu transportasi alternatif yang mendukung konektivitas transportasi untuk sektor pariwisata. “Kami bangga jika bisa berkontribusi terhadap kemajuan pariwisata di Indonesia,” katanya.

Berkeliling menggunakan helikopter mengunjungi destinasi wisata, kata Denon, tentunya memberi pengalaman yang berbeda. Dengan helikopter akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Itulah yang dirasakan para penumpang ketika menggunakan helikopter dari Jakarta menuju Bandung.

Diungkapkan Denon, program perusahaannya melalui Helicity sejalan dengan program pemerintah yang menjadi prioritas Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan yang menerapkan strategi 3A yakni Airlines-Airport, Air Navigation dan Authorities sebagai perencanaan membangun konektivitas udara.

Kementerian Pariwisata menggelar “Workshop Penyelarasan Kemitraan Program Co-Branding di Hotel Golden Flower, Kagum Group”, Bandung, pada 19 hingga 20 September 2017. Program ini forum yang digagas Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mengajak brand-brand di seluruh Tanah Air berpartisipasi mempromosikan pariwisata Indonesia melalui co-branding partnership. Caranya dengan menggunakan brand Indonesia yaitu Wonderful Indonesia (untuk pasar global) dan brand Pesona Indonesia Indonesia (untuk pasar domestik). Whitesky Aviation (Helicity) turut diundang dalam acara tersebut.

Brand Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia kini kian melejit ketika kinerja brand-brand pesaing regional justru menurun. Brand Wonderful Indonesia praktis tidak dikenal di dunia pada 2013 karena berada di posisi 70 dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF). Pada 2015 peringkat Indonesia naik pesat di posisi 50 dari total 141 negara, dan 2017 naik delapan peringkat ke posisi 42 dunia.

Melejitnya brand tersebut berbanding lurus dengan kontribusi pariwisata terhadap devisa negara. Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan RI menyebutkan devisa dari sektor pariwisata sudah mengalahkan minyak bumi dan gas.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2016 sudah mencapai 12 juta orang. Dengan catatan, rata-rata perputaran uang untuk satu wisatawan nusantara bisa mencapai Rp 1,2 juta dan wisman 1.200 per kunjungan. Angka tersebut hingga pertengahan tahun kemarin diakui telah mencapai setengah dari target Kementerian Pariwisata.

Sektor pariwisata memiliki hubungan yang erat dengan moda transportasi. Whitesky dengan 30 unit helikopter yang secara bertahap beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, dinilai siap mendukung program konektivitas pariwisata itu. Terlebih Helicity menerapkan sistem pembayaran per flight yang digunakan . Dengan begitu, Helicity bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menyerap pasar yang lebih luas.