Sabtu , 23 September 2017, 11:43 WIB

Festival Pesona Palu Nomoni II Resmi Dibuka

Red: Yudha Manggala P Putra
Antara/Mohamad Hamzah
Sejumlah warga bermain layang-layang sambil menunggu saat berbuka puasa (ngabuburit) di sekitar Muara Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/5).
Sejumlah warga bermain layang-layang sambil menunggu saat berbuka puasa (ngabuburit) di sekitar Muara Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/5).

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) II dan Pekan Budaya Indonesia III tahun 2017 resmi dibuka oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Hilmar Farid di Anjungan Nusantara Teluk Palu, Jumat (22/9) malam.

Pesta budaya yang telah ditetapkan dalam kalender pariwisata nasional oleh Kementerian Pariwisata itu dihadiri sejumlah pejabat daerah maupun pusat, hingga pejabat Kesultanan Pahang Malaysia. Hilmar Farid dalam sambutannya mewakili Mendikbud, mengatakan, pihaknya sangat merespons baik dan menyambut gembira dua kegiatan berskala nasional tersebut.

Seharusnya Pekan Budaya Indonesia dilaksanakan di Solo Jawa Tengah, karena kepiawaian Wali Kota Hidayat maka pelaksanaan kegiatan nasional itu dialihkan ke Kota Palu dan disandingkan dengan FPPN. "Ini juga merupakan arahan bapak Mendikbud, karena semangat beliau melakukan kegiatan ini di tempat-tempat yang mungkin belum banyak mendapat perhatian," kata Hilmar.

Bahkan ia menantang Wali Kota Palu untuk mengadakan kembali kegiatan Pekan Budaya Indonesia yang berskala besar di tahun depan. "Saya menantang Wali Kota Palu, tahun depan kita bisa selenggarakan lebih besar nggak kegiatan ini. Mungkin ke depan levelnya bukan lagi hanya di Kota Palu tetapi seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah. Kota Palu sebagai jantungnya. Bahkan, kalau berani lagi 2019 kita maju bukan Palu menuju Indonesia berbudaya dan beradat tetapi Palu untuk dunia," ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan FPPN kali ini pertumbuhannya semakin berkembang, beragam kegiatan dikemas dalam kegiatan dibalut budaya itu sehingga cukup mengangkat Kota Palu di kancah nasional.

Dia mengatakan melalui kegiatan itu pula banyak sisi positif yang dipetik, diantaranya memicu pertumbuhan ekonomi yang tidak lain untuk kepentingan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan wakil Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Putu Ngurah bahwa penyelenggaraan FPPN telah berkembang menjadi sebuah event pariwisata yang tidak lain untuk menarik minat wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, pihak Kemenpar berharap festival ini mampu menjadi ikon pariwisata Kota Palu sehingga dapat dapat ditetapkan menjadi salah satu event pariwisata unggulan di Sulteng karena telah terjadwal di kalender nasional. "Olehnya untuk menunjang semua itu, maka sarana dan prasarana pun harus memadai sebagai kota jasa," kata Putu.

Sumber : Antara