Ahad , 13 Agustus 2017, 16:02 WIB

Mengintip Benteng Toboali di Bangka Selatan

Red: Hazliansyah
Republika
Benteng Toboali di Bangka Selatan
Benteng Toboali di Bangka Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, TOBOALI, BANGKA SELATAN -- Lokasinya yang tidak jauh dari pantai membuat Benteng Toboali menjadi satu destinasi yang tidak boleh terlewatkan saat mengunjungi Bangka Selatan, di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Melihat bangunan benteng yang dibangun pada tahun 1825 yang "dipayungi" rimbun pohon di sekeliling serta pemandangan laut nan cerah, lengkap dengan hembusan angin dan suara ombak, tentu tak boleh terlewatkan.

Benteng Toboali didirikan pada masa penjajahan. Oleh Belanda, benteng ini difungsikan untuk melindungi pertambangan timah dari serangan dari arah laut. Kemudian beralih ke penguasaan Jepang pada tahun 1943 hingga 1945.

Di era kemerdekaan, benteng difungsikan sebagai Kantor Kepolisian Distrik Toboali hingga akhirnya berubah menjadi Polsek Toboali dan dipindahkan ke luar area benteng guna menjaga keaslian bangunan.

Lokasi benteng ini sangat strategis. Dari Pantai Nek Ajie, tinggal melangkahkan kaki ke arah belakang Polsek Toboali. Benteng Toboali berada tepat di belakang kantor Polsek ini.

Setelah menaiki sejumlah anak tangga, peninggalan benteng akan langsung terlihat. Di sisi kiri terdapat bangunan yang terdiri dari beberapa ruangan. Sementara di sebelah kanan, bentuk bangunan tidak lagi terlihat. Hanya sisa reruntuhan batu yang sudah banyak tertutup lumut.

Akar-akar pohon besar banyak yang sudah merayap ke berbagai sisi bangunan.

Di sisi tengah bangunan tampak lowong, hanya beberapa bangku serta meja yang terbuat dari batu. Agaknya lokasi ini dulunya tempat para prajuit untuk sekadar berkumpul atau makan. Melangkahkan kaki lebih jauh ke dalam, terlihat lautan lepas dengan pemandangan luas.

Namun sayangnya, bangunan benteng ini tampak tidak terawat. Banyak sekali bekas coretan menghiasi seluruh sisi bangunan.

Tidak adanya loket masuk membuat siapapun bebas keluar masuk dengan seenaknya, setiap saat. Hal ini kemudian membuat banyak wisatawan yang tidak bertanggung jawab yang dapat berbuat seenaknya. Sangat disayangkan.

Tentu akan lebih baik jika ke depan kawasan Benteng ini dikelola dengan baik. Dengan adanya loket masuk akan membuat pengunjung merasa lebih bertanggung jawab. Begitu juga kehadiran pemandu yang dapat memberi keterangan lebih tentang asal-usul benteng.