Ahad , 13 Agustus 2017, 14:10 WIB

Bangka Selatan Bangkitkan Wisata Pecinan

Red: Hazliansyah
ist
Festival Mural di kawasan Pecinan, Bangka Selatan
Festival Mural di kawasan Pecinan, Bangka Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, -- Toboali merupakan kecamatan yang terdapat di Kabupaten Bangka Selatan, Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Disebut sebagai kecamatan wisata, karena daerah ini menyimpan berbagai potensi wisata yang tidak kalah dengan pulau tetangga, Belitung.

Selain keindahan alam, Bangka Selatan, khususnya Toboali, juga kuat dengan budaya. Salah satu yang tengah dikembangkan adalah Wisata Pecinan di Desa Tanjung Ketapang.

Di kawasan ini sejak lama bermukim warga keturunan Cina yang pada perjalanannya berasimilasi dengan masyarakat lokal. Tak ayal, bentuk bangunan di kawasan ini masih banyak yang mempertahankan bentuk aslinya, dengan arsitektur Cina yang begitu identik.

Bupati Bangka Selatan Justiar Noer mengatakan, kawasan ini dulunya sebagai pintu masuk perdagangan antara Bangka dengan daerah lain, termasuk Batavia, karena lokasinya yang dekat dengan pantai.

"Dulu di kawasan ini dulu semua barang perdagangan masuk dan keluar. Mulai dari timah dan komoditas lainnya," ujar Justiar Noer.

Di lokasi ini banyak bermukim para petinggi perdagangan di zamannya. Sehingga bisa terlihat model rumah dengan arsitektur Cina megah yang masih berdiri hingga saat ini.

Melihat potensi itu, ke depan Justiar mengatakan akan melakukan penataan kawasan sehingga menjadi satu destinasi wisata unggulan di Bangka Selatan.

"Kita maunya seperti itu, nantinya akan ditata untuk kulinernya juga /homestay sehingga wisatawan benar-benar bisa merasakan suasana pecinan di sini," kata Justiar.

Untuk memperkuat ornamen, beberapa waktu lalu digelar festival mural yang menjadi bagian dari gelaran Toboali City on Fire Season 2. Dimana tembok-tembok polos di kawasan ini "disulap" dengan berbagai karakter ataupun gambar-gambar khas Tionghoa.

"Untuk dijadikan kawasan Cagar Budaya mungkin belum, karena harus ada Perda dan membutuh anggaran perawatan," kata Justiar.

"Saat ini kami baru bisa mengimbau agar warga dapat terus mempertahankan bentuk rumah seperti aslinya," katanya.