Ahad , 13 August 2017, 13:21 WIB

Serunya Empat Jam Tubing di Ciliwung

Rep: Achmad Syalaby Ichsan/ Red: Hazliansyah
dok: Komunitas Tjiliwung Kita
Serunya tubing di Kali Ciliwung
Serunya tubing di Kali Ciliwung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Menghabiskan akhir pekan di Jakarta tidak harus di pusat perbelanjaan atau tempat rekreasi. Sungai Ciliwung bisa menjadi sarana alternatif warga untuk melepas penat dari kesibukan ibu kota.

Belasan anggota komunitas "Tjondet Kita" memilih untuk tubing (kegiatan meluncur bebas diatas permukaan sungai yang berarus ringan dengan menggunakan ban dalam mobil,red) bersama menyusuri sungai tua ini pada Ahad (13/8).

Berawal dari jembatan di Jalan Tb Simatupang, Jakarta, komunitas yang pada umumnya warga yang tinggal di bantaran sungai ini berhanyut mengikuti arus sungai berkisar empat jam hingga kawasan Condet.

Republika.co.id yang ikut dalam rombongan turut menyaksikan Sungai Ciliwung yang masih tampak mempesona. Dari awal menyusuri sungai, masih banyak pepohonan besar yang berdiri di sepanjang sungai. 

"Ini pohon Elo. Memang pohon khas pinggir kali," ujar Ahmad Maulana, pembina "Komunitas Tjondet Kita" saat memberi panduan.

Selain pohon Elo, berdiri pohon lain seperti Rengas, Kelapa, Buni, Tembolo, hingga Rumpun Bambu. Jejerannya masih tampak hijau. Tebing cadas pun masih terlihat kokoh berdiri di sisi sungai. Jeram-jeram kecil yang mengalir diantara tunggak dan batu membuat ban-ban besar peserta meliuk-liuk menempuh arus.

Beberapa tebing cadas tampak sudah bolong. Beberapa lubang pun membentuk goa.

Mamat, pemandu ekspedisi ini menerangkan, lubang-lubang tersebut dibuat oleh ikan sapu-sapu. "Lubang-lubang ini bisa bikin longsor,"ujar dia.

Di tikungan sungai, air mulai tenang. Tampak jika ketinggian sungai sudah semakin dalam.  "Ini namanya kedung genting. Kalinya dalam. Harus hati-hati," tambah dia.

Hanya, keelokan ciliwung terganggu. Memasuki wilayah Condet, sampah mulai terlihat.  Masih banyak warga ibu kota yang membuang sampah di kali ini. 

"Hoooi, jangan buang sampah sembarangan, "teriak Madmudah Hapsak, salah satu anggota komunitas kepada warga sekitar.

Tidak hanya itu, pemandangan kurang elok tampak dengan adanya limbah industri dan rumah tangga. Saluran pembuangan pun masih terlihat di beberapa titik sungai.

"Ini yang harus kita benahin bareng," ujar Abdul Qodir yang juga menjadi pembina komunitas.

Empat jam pun berlalu tanpa terasa. Rombongan akhirnya tiba di kawasan tanjungan, Jalan Eretan 2, RT 02/01, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta.  Rombongan disambut dengan teh manis dan kopi panas. Menu sederhana ini semakin lengkap dengan semangkuk mi rebus beserta telur.

Sesampai di tanjungan, Ahmad Maulana mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka survei acara Susur Sungai yang rencananya akan diadakan pada 26 Agustus mendatang. Menurut pria yang akrab disapa Bang Lantur ini,  kegiatan tubing massal tersebut akan dihadiri seratus peserta.

"Kita pengen bikin warga Jakarta jatuh cinta lagi sama sungai ciliwung," kata dia.