Jumat , 21 April 2017, 16:10 WIB

Potong Rambut Gimbal Jadi Tradisi Unik di Dieng Culture Festival

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Antara
Prosesi pemotongan rambut gimbal di Dieng, Jawa Tengah.
Prosesi pemotongan rambut gimbal di Dieng, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dieng Culture Festival adalah festival yang digelar setiap tahun. Ada yang unik mengenai Festival Dieng yaitu Potong Rambut Gimbal. Potong rambut yang dilakukan di Fetival Dieng bukan acara potong rambut biasa, melainkan sebuah prosesi sakral.

Public Relation and Advertising Ezytravel.co.id, Noor Aini Rachmawati, mengatakan anak yang lahir di Dieng dengan rambut gimbal dipercaya sebagai anak titisan leluhur Suku Dieng, karena itu harus ada prosesi sakral untuk memotong rambutnya. Bila Anda hadir ke Dieng Culture Festival dan bertemu dengan seorang anak berambut gimbal, bisa dipastikan dia adalah anak suku Dieng dan mereka adalah anak yang dianggap ajaib  menurut kepercayaan setempat.

Anak-anak itu dianggap sebagai titisan dewa. Mereka pun dianggap memiliki keberuntungan sendiri. Dengan adanya anggapan-anggapan tersebut maka perlakuannya pun istimewa bahkan untuk memotong rambutnya sekalipun.

"Ada sebuah kepercayaan yang diyakini masyarakat Dieng mengenai prosesi potong rambut ini, harus ada ritual khusus dalam proses potong rambut jika tidak konon sang anak akan jatuh sakit dan bisa membawa bencana bagi keluarganya," jelasnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (21/4).

Salah satu syaratnya adalah potong rambut itu harus berasal dari keinginan sang anak sendiri. Selain itu sang anak harus dicukupi segala permintaannya. Anehnya, kadang permintaan sang anak kerap tidak masuk akal seperti minta kambing atau meminta barang milik tetangga. Meskipun begitu permintaan tersebut harus dipenuhi.

Setelah semuanya setuju, maka prosesi potong rambut pun bisa dilaksanakan. Anak-anak yang akan dipotong rambutnya diajak dalam prosesi kirab dari rumah pemangku adat Desa Dieng. Anak-anak kemudian diarak menuju kompleks Candi Arjuna dengan menggunakan delman. Mereka menggunakan baju serba putih dan ikat kepala berwarna putih pula.

Setelah itu, secara bergantian melakukan prosesi potong rambut oleh pejabat Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Setelah prosesi potong rambut selesai, maka rambut mereka dilarung di Telaga Balekambang. Untuk bisa menyaksikan prosesi potong rambut ini dengan lengkap bisa dilihat pada serangkaian Dieng Culture Festival 2017. Apabila masih penasaran dengan ritual adat di Dieng, dapat menyiapkan dana untuk pergi ke Festival Dieng yang jatuh pada bulan Agustus mendatang dan acara ini sudah menjadi agenda tahunan.

Acara tersebut ramai digelar dan dihadiri oleh sejumlah orang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak higga dewasa. Rangkaian acaranya pun banyak sekali selain potong rambut gimbal. Akan ada pagelaran jazz atas awan, pelepasan ratusan lampion dan masih banyak lagi. Selain mengikuti rangkaian acara DCF, Anda pun bisa menikmati pemandangan alam di sekitar Dieng.