Kamis , 12 October 2017, 12:52 WIB

16 Cara Ilmiah Agar Mudah Disukai Orang (1)

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Yudha Manggala P Putra
Rita D/Flickr/hiveminer.com
Dua orang tertawa bersama. Ilustrasi
Dua orang tertawa bersama. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sulit untuk mengatakan dengan tepat alasan mengapa kita bisa menyukai seseorang. Mungkin karena senyumannya yang menawan, kecerdasannya yang memukau, atau memang kita hanya sekedar nyaman dengan keberadaannya.

Ilmuwan umumnya tidak puas dengan jawaban seperti itu. Mereka telah menghabiskan bertahun-tahun untuk menemukan secara pasti faktor-faktor yang menciptakan ketertarikan antar manusia.

Di bawah ini, terangkum 16 cara yang secara ilmiah didapati bisa membuat orang mudah tertarik terhadap diri kita seperti dikutip dari Time. Mungkin bermanfaat dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

1. Tiru orang tersebut
Strategi ini disebut mirroring. Kita harus menirukan perilaku orang lain secara halus. Saat berbicara dengan seseorang, cobalah menyalin bahasa tubuh, isyarat, dan ekspresi wajah mereka.

Pada tahun 1999, peneliti dari Universitas New York  mengemukakan teori yang disebut sebagai "efek bunglon". Yakni ketika secara tidak sadar dua orang yang saling berinteraksi akan meniru perilaku masing-masing. Peniruan tersebut akan memudahkan kita untuk membuat rasa nyaman.

2. Luangkan lebih banyak waktu
Menurut teori efek pemaparan (mere-exposure effect), orang cenderung menyukai orang lain yang lebih mereka kenal atau lebih familiar. Salah satu contoh fenomena ini dipraktikkan oleh seorang psikolog di Universitas Pittsburgh.

Ia menunjuk empat wanita berperan sebagai mahasiswi di kelas psikologi. Setiap wanita muncul di kelas dengan intensitas yang berbeda-beda. Ketika peneliti meminta gambar laki-laki di kelas tersebut untuk memilih perempuan yang ia sukai dari keempatnya, kebanyakan lebih menyukai perempuan yang lebih sering muncul di kelas. Artinya, mereka cenderung menyukai orang yang lebih familiar walaupun mereka tidak berinteraksi.

3. Pujilah orang lain
Orang akan mengasosiasikan kata sifat yang Anda ucapkan dengan kepribadian Anda. Fenomena ini disebut transferensi sifat spontan. Dalam salah satu studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, ditemukan bahwa efek ini terjadi bahkan ketika orang tahu kata sifat yang Anda ucapkan tidak menggambarkan orang yang dituju.

Menurut Gretchen Rubin, penulis buku "The Happiness Project," apapun yang Anda katakan tentang orang lain akan mempengaruhi bagaimana orang melihat Anda. Jika Anda menggambarkan orang lain sebagai orang yang baik, orang juga akan menghubungkan Anda dengan kualitas tersebut.

Kebalikannya juga demikian, jika Anda terus-menerus membicarakan hal buruk tentang orang lain, teman Anda juga akan mulai mengasosiasikan kualitas negatif tersebut dengan Anda.

4. Tampilkan emosi positif
Menurut sebuah makalah penelitian dari Universitas Ohio dan Universitas Hawai, secara tidak sadar, orang dapat merasakan emosi orang-orang di sekitar mereka. Penulis makalah tersebut mengatakan bahwa hal tersebut mungkin terjadi karena kita secara alami menirukan gerakan dan ekspresi wajah orang lain. Yang pada gilirannya membuat kita merasakan sesuatu yang serupa dengan apa yang mereka rasakan.

Jika Anda ingin membuat orang lain merasa bahagia saat berada di sekitar Anda, lakukan yang terbaik untuk menularkan emosi positif.

5. Jadilah orang ramah dan kompeten
Psikolog Universitas Princeton mengusulkan sebuah model konten stereotip dalam menilai orang. Teori tersebut mengatakan bahwa orang cenderung menilai orang lain berdasarkan kehangatan dan kompetensi mereka. Menurut model tersebut, jika Anda bisa menggambarkan diri Anda sebagai orang yang ramah, orang akan merasa bisa mempercayai Anda.

Jika Anda tampak kompeten, misalnya Anda memiliki status ekonomi atau pendidikan tinggi, mereka lebih cenderung untuk menghormati Anda. Psikolog Harvard, Amy Cuddy mengatakan penting untuk menunjukkan kehangatan dahulu sebelum kompetensi, terutama di dalam berbisnis.