Rabu , 19 April 2017, 09:54 WIB

Strategi Keuangan Miliki Rumah Tahun Depan

Red: Indira Rezkisari
pexels
Memiliki rumah sendiri adalah idaman tiap orang.
Memiliki rumah sendiri adalah idaman tiap orang.

REPUBLIKA.CO.ID, Rumah merupakan bagian yang penting bagi dalam kehidupan seseorang. Semua orang memiliki harapan punya rumah sendiri. Apalagi bagi mereka yang telah berumah tangga.

Jika belum mampu secara finansial, maka jangan dipaksakan. Nantinya justru akan membuat kondisi keuangan berantakan. Namun, sebaiknya Anda perlu merencanakan untuk memiliki rumah paling tidak tahun depan. Bukan hal yang tidak mungkin untuk resolusi tersebut jika paham betul strateginya.

Pelajari dan terapkan 5 strategi keuangan ini agar bisa punya rumah tahun depan.

Tak Perlu Resepsi Mewah
Untuk Anda yang berencana menikah tahun ini atau tahun depan, dan ingin memiliki rumah sendiri setelahnya bukan menetap di rumah mertua sejahtera maka pertimbangkan baik-baik hal ini. Pernikahan identik dengan resepsi dan pasti harus menabung untuk itu.

Jika ingin tinggal di rumah sendiri setelah menikah, maka perhitungkan baik-baik anggaran untuk sebuah resepsi pernikahan. Tidak perlu resepsi yang terlalu mewah, yang justru menghabiskan anggaran. Cukup sederhana tetapi berkesan. Sebagian tabungan itu bisa digunakan untuk mencicil rumah. Misalkan, Anda memiliki dana Rp 100 juta untuk modal menikah, maka gunakan setengahnya saja untuk keperluan pernikahan. Sedangkan Rp 50 juta lagi bisa digunakan untuk uang muka rumah ukuran tertentu di sebuah kawasan perumahan atau tempat lain. Selanjutnya, untuk cicilan rumah tersebut bisa diangsur setelah menikah.

Tunda Liburan Mewah
Sebagian besar orang memilih liburan mewah ke destinasi wisata favorit yang tergolong memerlukan dana yang tidak sedikit. Contohnya Pulau Bali, Raja Ampat bahkan ke luar negeri. Jika Anda termasuk salah satu di antaranya, maka tunda dulu liburan mewah itu demi rumah impian tahun depan.

Anda masih bisa menikmati liburan yang menyenangkan di obyek wisata yang lebih dekat dan terjangkau harganya. Kesempatan liburan ke luar negeri pun sebenarnya masih bisa asalkan mendapatkan biaya yang terjangkau seperti tiket murah, hotel promo dan lain-lain. Namun sayangnya ketika berada di destinasi wisata, Anda kadang kalap dengan tujuan untuk membeli rumah tahun depan. Alhasil, uang yang ada justru habis untuk belanja berbagai barang oleh-oleh yang harganya relatif mahal.

Kurangi Belanja
Belanja adalah salah satu hal yang menyenangkan. Terutama bagi seorang wanita. Promo atau diskon yang menggila dengan mudah membuat Anda tergiur untuk jalan-jalan dan menghabiskan uang untuk belanja. Anda boleh saja berbelanja, tetapi jangan berlebihan.
Bijaklah dalam membelanjakan uang, jangan mudah tergoda diskon. Prioritaskan belanja untuk kebutuhan yang benar-benar di perlukan. Ingat selalu impian Anda untuk memiliki rumah idaman tahun depan.

Pasang Foto Rumah Idaman
Tipe rumah seperti apa yang diinginkan? Semakin besar, maka harganya semakin besar pula. Maka Anda juga perlu menyiapkan anggaran yang besar untuk membelinya.

Agar selalu memiliki semangat untuk menabung maka Anda perlu motivasi yang kuat. Sebuah foto rumah idaman bisa menjadi salah satu motivasi yang akan terus mengingatkan dan menyemangati perjuangan Anda. Pasanglah foto rumah idaman tersebut di tempat-tempat yang sering dilihat. Misalnya saja di kamar, ruang tamu, ruang keluarga, meja belajar, dompet dan sebagainya.

Kurangi Hangout
Hangout merupakan salah satu aktivitas yang mungkin sering dilakukan oleh Anda dan kebanyakan mereka yang masih muda. Jalan-jalan ke mal, kafe, bioskop dengan kawan maupun pasangan seringkali dilakukan. Meski terlihat ringan, namun jika sering hangout maka hal itu termasuk pemborosan. Lebih baik kurangi frekuensinya dari sekarang. Uang yang disisihkan tersebut jika dikumpulkan mungkin bisa mencapai belasan juta. Semakin besar yang bisa dikumpulkan, maka semakin besar peluang Anda untuk punya rumah sendiri tahun depan.

Artikel ini merupakan kerjasama antara Republika.co.id dengan Cermati.com, portal pembanding produk keuangan Indonesia