Kamis, 9 Ramadhan 1439 / 24 Mei 2018

Kamis, 9 Ramadhan 1439 / 24 Mei 2018

Makan di Depan Pasangan Bikin Wanita tak Nyaman, Kok Bisa?

Selasa 28 Desember 2010 07:34 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Makan bersama pasangan

Makan bersama pasangan

Foto: Glamour

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON—-Urusan bobot tubuh dan pola makan boleh dibilang sensitif bagi kaum hawa. Pernyataan itu seolah dikuatkan saat hasil riset terbaru menyebutkan 60 persen wanita yang menikah tidak merasa nyaman ketika mengkonsumsi makanan tertentu di depan pasangan.

Hasil penelitian menyebutkan pula, hampir setengah wanita merasa malu ketika tubuh mereka dilihat suami. Anehnya, masih riset itu menyebutkan, 4 dari 10 wanita merasa telah menjalani diet ketat guna menjaga bobot tubuh ideal.

Riset yang melibatkan 5.000 orang itu juga menyimpulkan adanya pola pikir yang berbeda antara pria dan wanita prihal makanan dan seks. Menurut hasil riset tersebut seperempat wanita berpikir makanan setiap 30 menit tetapi hanya 1 dari 10 wanita yang sering “kepikiran” tentang seks.

Disamping itu wanita cenderung getol untuk menjaga pola makan di luar makan. 13 persen dari mereka condong memilih makanan rendah kalori di restoran. Di sisi lain, kaum Adam cenderung 'kepikiran” seks setiap menit dan 36 persen diantaranya berfantasi setiap malam.

Terapis gizi dan perilaku, Maria Strugar mengatakan peran nafsu makan adalah kuci untuk menurunkan berat badan. Menurutnya pembatasan rasa lapar justru menyebabkan seseorang terjebak dalam pola makan berlebihan. “Gejala itu disebut diet yo-yo. Itulah mengapa banyak orang yang menyerah dalam menjalankan diet,” paparnya seperti dikutip dailymail, Senin (27/12).

Strugar mengatakan banyak wanita yang mengaku pada dirinya terjebak dalam diet yo-yo. Dia mengungkap 15 persen wanita mengkonsumsi makanan cepat saji tanpa sepengetahuan dokter mereka. “1 dari 10 wanita berbohong saat melakukannya,” kata strugar.

"Anda harus realistis tentang kelemahan pribadi Anda diet. Cobalah untuk menghindari makanan berlemak dan gula tinggi. Selanjutnya menggantinya dengan makanan rendah kalori seperti beras merah, ubi jalar, dan pisang. Makanan macam itu membuat anda mampu mengkontrol rasa lapar berlebih."

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES