Selasa , 05 December 2017, 09:48 WIB

Wonderful Indonesia Kembali Tebar Pesona di Melbourne

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/ Wihdan
Terdampak Langsung Erupsi. Wisatawan berlibur di Pantai Kuta, Bali, Senin (27/11).
Terdampak Langsung Erupsi. Wisatawan berlibur di Pantai Kuta, Bali, Senin (27/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Jelang pergantian tahun, Kementerian Pariwisata (kemenpar) kian gencar meramaikan Wonderful Indonesia. Kementerian di bawah komando Arief Yahya ini akan membidik pasar Australia dengan menghelat Business Gathering mulai 14-15 Desember di Melbourne, Australia.

Selama ini, Wisatawan Mancanegara (Wisman) dari  Negeri Kangguru menempati peringkat 4 dalam daftar penyumbang Wisman terbanyak ke Indonesia. Kemenpar terus menggarap pasar ‘seksi’ ini sebelum tutup tahun 2017.
 
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana menjelaskan, Desember sudah memasuki peak season. Kemenpar terus bergerak untuk memanfaatkan momentum mengaet Wisman di akhir tahun.
 
Kemenpar mengundang  travel agent, tour operator, media, semua masuk dalam daftar undangan untuk menebar virus Wonderful Indonesia di Australia.
 
“Jarak Australia dan Indonesia tidak terlalu jauh dan ketertarikan wisatawan mancanegara asal Australia terhadap daya tarik dan destinasi-destinasi pariwisata Indonesia, sangat besar. Apalagi, 90 persen masyarakat Australia memiliki jadwal berlibur dan memiliki daya beli tinggi untuk paket liburan,” ujar I Gde Pitana.
 
Pitana menyebut, promosi besar- besaran di Australia ini untuk menangkal isu-isu negatif soal status Gunung Agung.
 
"Target kami menghimbau dan memberi informasi kepada wisman asal Australia Bali sudah aman, erupsi sudah menurun, jarak Gunung Agung ke Denpasar itu 65 Km. Promosi Bali is back. Target 15 juta, kalau tidak ada gangguan lain tentu saya optimistis, ini harus terus digenjot," ujar I Gde Pitana.
 
Asisten Deputi  Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu mengatakan dalam gathering ini, Kemenpar menghelat pemaparan tentang destinasi wisata Indonesia, pertunjukkan tari tradisional Indonesia dan juga pembagian souvenir khas Indonesia. 
 
Kementerian besutan Arief Yahya, berharap promosi di Australia ini dapat mendongkrak citra pariwisata Indonesia di mata masyarakat Australia terutama di kota Melbourne.
 
“Kota Melbourne dipilih karena, di sana menjadi pusat bisnis dan perbelanjaan terbaik di Negeri Kanguru, lokasi ini sangat strategis untuk menjual wisata di Indonesia. Sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia ke Indonesia,” ujar pria dengan akrab disapa VJ itu.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya terus mendorong promosi Wonderful Indonesia di Australia. Kemenpar menargetkan bisa menarik 1.816.000 kunjungan wisman dari Negeri Kangguru. Target tahun ini naik 29 persen dari target 2016 yang dipatok di angka 1,4 juta. Langkah yang ditempuh bertumpu pada tiga aktivitas: branding, advertising, dan selling. Hanya saja tahun ini aktivitas selling lebih ditekankan karena brand Wonderful Indonesia dipandang sudah kuat di Australia.
 
“Daya tarik Indonesia di samping keindahan alam dan kekayaan budaya, tentu saja fasilitas bebas visa kunjungan yang berlaku sampai 30 hari. Wisman Australia yang hendak berwisata ke Indonesia pun tak perlu repot mengurus visa,” ujar Arief.
 
Sumber : Kemenpar