Selasa , 17 October 2017, 15:00 WIB

Pascakunjungan Raja Salman, Kunjungan Wisman Arab Naik

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/ Wihdan Hidayat
Presiden Joko Widodo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3).
Presiden Joko Widodo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Duta Besar Republik Indonesia untuk Saudi Arabia dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) Agus Maftuh Abegebriel memiliki strategi khusus dalam mengajak orang-orang Arab berkunjung ke Indonesia. Kendati telah berhasil mengajak Raja Salman berkunjung dan berlibur ke Indonesia, Agus Maftuh terus meyakinkan orang-orang Arab untuk berkunjung ke Indonesia.

Agus Maftuh mengatakan, dirinya tidak secara langsung mengajak 'Ayo ke Indonesia' kepada mereka. "Sekarang saya katakan mari datang ke negeri kedua kalian. Jadi saya tidak menyebut Indonesia sebagai negara yang seakan-akan di luar, melainkan sebagai fi baladikum as-Tasni, sebagai negeri kedua kalian," kata Agus Maftuh dalam acara 'Kangen-kangenan Sedulur Jogja" di Ingkung Grobok, Timoho, Jogja, Sabtu (14/10).
 
Mantan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini lantas bersyukur. Strateginya itu berhasil meningkatkan kunjungan wisata dari Arab ke Indonesia. "Pasca kunjungan Raja Salman, wisatawan dari Saudi meningkat seratus persen," kata dia.
  
Saat Raja Salman berkunjung ke Indonesia, dan membawa lebih dari 1.500 orang langsung dipromosikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Bahkan ada program 'Napak Tilas' Raja Salman yang cukup berdampak.
 
Hadir dalam acara kangen-kangenan tersebut para sesepuh, guru dan rekan Agus Maftuh di UIN Sunan Kalijaga maupun UGM. Ada Prof Dr Machasin (mantan Dirjen Bimas Islam), Dr KH Malik Madani (dosen UIN), Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin (dosen UIN yang kini memimpin Komisi HAM di Organisasi Konferensi Islam), Dr Farid Mustofa (UGM) dan lain-lain.

 

Sumber : Kemenpar